Saat mengatakan itu, nafasnya sedikit tertahan, suaranya bergetar. Liliana kemudian melanjutkan, "Aku menyerah, aku sudah tidak sanggup lagi." “Nak, apa yang terjadi sebenarnya?” suara nenek di seberang sana terdengar begitu terkejut. Dengan suara bergetar, Liliana mulai menceritakan semuanya. Bukan untuk mengadu, bukan untuk menciptakan permusuhan antar nenek dan Gerald, melainkan agar nenek mengerti alasan kepergian Liliana nanti. "Bagaimana dengan anak kalian? Anak itu bahkan belum lahir, tapi orang tuanya sudah berpisah?" "Jangan khawatir, Nek. Aku akan mengurusnya nanti..." Ada jeda yang dapat Liliana rasakan sebelum nenek berucap lagi. "Liliana, apa kamu tidak bisa memikirkan kembali keputusanmu, nak?" Liliana mengambil napas berat. "Maaf, Nek, keputusanku sudah bulat. Aku juga ingin mengejar mimpiku yang tertunda. Nenek tahu bahwa aku menyukai bidang pengobatan." Nenek Ford langsung terisak. Ia sungguh menyayangi Liliana dengan tulus, Liliana juga bisa mera
Magbasa pa