Liliana tertegun sesaat. Pertanyaan Adam bagaikan kerikil yang dilemparkan ke permukaan air yang tenang, menciptakan riak yang sulit ia sembunyikan. Ia membetulkan posisi snelli-nya, berusaha mencari ketenangan dalam aroma antiseptik koridor rumah sakit. "Kami hanya... sedang memproses banyak hal, Kak," jawab Liliana pelan, matanya menatap lurus ke arah papan jadwal operasi di ujung lorong. "Gerald hanya terkejut. Kamu tahu sendiri, kami belum lama rujuk, masih masa penyesuaian, jadi kami sering bertengkar." Adam menyipitkan mata, tidak lantas percaya. Sebagai kakak, dia mengenal setiap perubahan nada bicara adiknya. "Begitu, ya. Yang terpenting, kamu harus ingat, jangan menanggung beban sendirian. Kamu punya kakak. Jangan menyembunyikan apa pun dariku, oke?" Liliana mengangguk kaku. Adam tahu ada sesuatu yang disembunyikan oleh adiknya, tetapi Liliana sedang hamil muda, jadi dia tidak ingin mendesaknya agar Liliana tidak stres karenanya. "Ya
اقرأ المزيد