Saat Liliana hendak melangkah masuk sambil menggandeng tangan Starla, sebuah tangan menahan pintu kamar. Nicole berdiri di sana dengan wajah yang dipaksakan tersenyum, meski matanya memancarkan api kecemburuan. "Dokter Lily, maaf... tapi Starla biasanya tidak bisa tenang kalau tidak ada saya di dekatnya. Dia sangat pemilih soal siapa yang menemaninya bermain," ucap Nicole dengan nada meremehkan. Liliana hanya mengangkat alis, namun sebelum ia menjawab, Starla mendongak. "Tante Cantik, Kak Nicole boleh ikut masuk? Stala mau kasih lihat gambal Stala ke Kak Nicole juga." Liliana tersenyum manis, seolah tidak keberatan sama sekali. "Tentu saja, Sayang. Apa pun untuk Starla." Di dalam kamar, Nicole langsung beraksi. Saat Liliana hendak mengambilkan air minum untuk Starla, Nicole dengan sigap menyela. "Ah, jangan yang itu, Dokter. Starla tidak suka air suhu ruang, dia hanya mau air yang sedikit hangat dengan campuran madu khusus yang biasa saya buatkan. Dokter Lily pasti tidak tahu, ka
اقرأ المزيد