Makan siang itu berjalan normal saja. Akan tetapi, hanya Nenek Ford dan Gerald yang berbincang hangat, sementara Liliana lebih banyak diam. Dia bicara hanya jika Nenek Ford bertanya, itu pun hanya jawaban yang singkat. Selain karena tidak nyaman dengan Gerald, Liliana juga memikirkan proyeknya yang tiba-tiba dibatalkan secara sepihak oleh PT Laguna Jaya. Bisa-bisanya mereka melakukan itu saat tanggal produksi sudah ditentukan dan hanya tersisa beberapa hari lagi. "Lily, Nenek lihat kamu terus melamun sejak tadi. Ada apa, Nak?" ucap Nenek Ford sambil menyentuh punggung tangan Liliana. Liliana seketika tersadar dan tersenyum kaku, kemudian berkata, "Maaf, Nek. Nenek bilang apa? Aku agak nggak fokus, hehe." "Kamu lagi ada masalah, Nak?" "Ya, ada sedikit masalah pekerjaan, tapi jangan khawatir, itu hanya masalah kecil." Nenek Ford tersenyum lalu mengangguk. Liliana tidak menyadari bahwa sejak tadi Gerald juga memperhatikannya. Liliana bahkan sampai lupa bahwa Gerald masih ada di sini.
Ler mais