Grace seketika terlihat terkejut dan dengan terbata-bata dia berucap, "K-kak Liliana, bukan maksudku mengusir-" Liliana tersenyum tipis, sangat cantik tapi dingin, "Oh, aku tahu kau ingin mengusirku, Grace. Bedanya, aku memang ingin pergi, tapi priamu ini yang justru menahan pintunya tetap terkunci. Jadi, tolong rayu dia lebih keras lagi agar dia mau melepaskanku, ya? Aku mendukungmu." Liliana kembali menoleh ke Nenek Ford, mengabaikan wajah Grace yang pucat dan tatapan Gerald yang mendalam dan tajam. "Nek, supnya mulai dingin. Ayo dihabiskan." Ucapnya dengan lembut. Gerald tersenyum sinis, kemudian dengan suara rendah dan dalam, sambil menekan amarah, dia berkata "Kita tidak akan bercerai, Liliana. Aku sudah pernah mengatakannya padamu." Liliana hanya mengangkat bahu, dengan cuek berkata, "Terserah."Setelah obrolan terakhir itu, suasana di ruang makan itu benar-benar terasa canggung. Sampai akhirnya, Anthony Ford tiba-tiba bertanya,
Read more