Setelah berpelukan cukup lama, Liliana melepaskan pelukannya dan kemudian menangkup wajah tirus Nenek Ford. "Nenek, aku datang untuk melakukan pemeriksaan. Mulai sekarang aku adalah dokter pribadi Nenek, jadi Nenek harus patuh padaku, mengerti?" Nenek Ford tertawa hingga wajahnya yang tadi pucat tampak lebih bersinar. "Baik, Bu Dokter, saya akan patuh, hahaha," ucapnya dengan penuh semangat. Setelahnya, Liliana melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari denyut nadi jantung hingga mengecek titik-titik saraf tertentu. Sesekali Liliana menoleh ke arah Susan yang tampak fokus memperhatikan metode pengobatannya. Setelah hampir setengah jam berlalu, Liliana telah selesai melakukan pemeriksaan dan memberikan akupunktur untuk relaksasi kepada Nenek Ford, sehingga beliau akhirnya tertidur dengan sangat pulas. Wajah Nenek Ford yang tadinya pucat pasi dengan bibir sedikit membiru, kini tampak lebih hidup. Liliana kemudian membereskan peralatannya dan memasukkannya kembali ke dalam
อ่านเพิ่มเติม