Setelah rapat selesai, Adam langsung kembali ke rumah sakit untuk menemani adiknya, Liliana.Saat menyusuri lorong rumah sakit, Adam teringat kembali hasil rapat barusan dan hatinya seketika menjadi senang. Apalagi saat melihat wajah Grace yang terlihat sangat konyol, ada kepuasan tersendiri baginya.Saat membuka pintu ruangan Liliana, langkahnya terhenti dan senyum di wajahnya langsung menghilang. Liliana rupanya sedang kedatangan dua orang tamu yang luar biasa. Yang pertama adalah sahabat baiknya, Dexter, dan yang kedua adalah David.Saat ia datang, ketiga orang itu menoleh ke arahnya secara bersamaan. Namun, alih-alih suasana yang harmonis, Adam malah seperti memasuki medan perang. Suasana di ruangan itu seolah memberinya tekanan. Selain itu, baik wajah Dexter maupun David, keduanya nampak dingin dan saling melemparkan tatapan tajam."Ehem!" Dexter berdehem sembari membetulkan posisi arloji di tangannya, sementara David memalingkan wajahnya sembari merapikan jasnya yang sudah sanga
Ler mais