117Jeritan Wirya mengejutkan semua orang di luar kamar. Kala dia memekik kembali, Hendri dan yang lainnya kompak tersenyum. Tawa mereka meledak ketika Wirya berteriak untuk ketiga kalinya, sebelum suasana kembali hening."Berantem, sadis. Dipijat, jerit-jerit," ledek Zhao Yìchen, sembari meneruskan mengurut tangan kiri pasiennya."Sakit beneran tadi, Ko," kilah Wirya."Sakitlah. Uratnya menggumpal, gitu," sahut Zhao Yìchen. "Kamu habis ngapain, W?" tanya Alvaro yang tengah memijat kaki kiri Benigno, yang juga keseleo."Tadi sore aku fitness. Bebannya ditambah Jonathan," terang Wirya. "Kayaknya bukan cuma itu, deh. Walaupun kamu angkat beban 100kg, tapi biasanya yang bisa terkilir itu pundak. Sedangkan kamu, dari pergelangan tangan sampai tulang ini." Zhao Yìchen menunjuk tulang di bawah ketiak kanan sang adik. "Aku curiga, dia habis ngangkut karung," kelakar Yoga yang baru selesai memijat pundak Aswin. "Bukan, dia gendong Vanetta turun naik tangga," goda Benigno, yang menjadikan
Read more