85"Kamu, bisa mijat atau apa, gitu?" tanya Zulfi. "Enggak bisa, Bang," beber Agung. "Belajar sama Koko, supaya tukang pijat kami bertambah. Itu dibutuhkan buat jadi bagian promosi. Sambil mijat, kamu pancing para bos supaya mau pakai tenaga sekuriti dan pengawal. Atau ikut nanam saham di proyek kami. Itu yang Koko lakukan di Australia, dan berkat dia, banyak celah yang bisa ditempati tim PB dan PBK di sana," pungkas Zulfi."Ya, Bang. Aku mau belajar sama beliau." "Persiapkan ijazah, baju kerja dan perlengkapan lainnya. Sabtu depan, berangkat ke Jakarta. Ikut sama Nandi, dia juga mau rapat di kantor HWZ sana. Senin, langsung kerja. Nanti diatur sama Yahya, tim HRD, terserah dia mau nempatin kamu di mana." "Muhun, Bang. Makasih banyak atas bantuannya." Agung mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Dia benar-benar senang, karena bisa bekerja seperti Nandi. Maman dan Ika saling melirik. Mereka kaget, karena Zulfi mau membantu Agung mendapatkan pekerjaan, sedangkan teman-teman Mam
Baca selengkapnya