75Kabar kebebasan Jauhari, disambut gembira seluruh tim PBK dan keluarga para bos di Indonesia. Berita itu dengan cepat menyebar ke semua grup yang terkoneksi dengan PB, PBK, PG, PC, dan PCD.Wirya dan rekan-rekannya yang berada di ruang rapat direksi, serentak melakukan sujud syukur. Begitu pula dengan semua sahabat Jauhari yang juga berada di tempat itu.Hisyam yang telah pulang ke Indonesia sejak beberapa bulan lalu, memandangi Jauhari yang tengah mengoceh melalui sambungan video jarak jauh. Bulir bening luruh dari sudut mata Hisyam, yang menyebabkan Jauhari tertegun."Syam, jangan nangis," pinta Jauhari. "Sekali-sekali aku nangis, Ri. Nggak apa-apalah," balas Hisyam sembari menekan kedua matanya dengan tisu. "Bang W juga, stop, atuh," pinta Jauhari sembari memandangi Abang kesayangannya, yang sedang menyeka wajah dengan saputangan biru. "Aku nangis haru, Ri. Akhirnya doa-doa yang kami panjatkan selama 2 tahun lebih ini, dikabulkan Allah," terang Wirya dengan suara serak."Ri,
続きを読む