BAB 15 GENCATAN SENJATA Seusai makan, Isabel berdiri sambil menepuk tangannya. “Liam, tolong bantu ibumu membawa piring kotor ke dapur.” Isabel berlagak lelah. "Tulangku semakin tua, cepat pegal, cepat ngantuk.” “Nanti akan aku bereskan, istirahatlah,” Liam menjawab tenang, lalu menggeser piring kosong milik ibunya, menumpuk dengan piringnya sendiri. Gerakannya rapi, terbiasa. Isabel tersenyum hangat pada Chatrine. “Sayang, aku pamit tidur dulu, ya. Terima kasih sudah datang. Senang sekali bisa makan bersama.” Chatrine membalas dengan tatapan lembut, “Selamat beristirahat, Bibi.” Setelah Isabel menghilang di balik tangga, ruang makan jadi hening. Tinggal Chatrine dan Liam duduk berhadapan. Sesaat hanya terdengar suara jam dinding berdetak lembut. “Kau sudah selesai?” Liam bertanya pelan, tangannya hendak meraih piring milik Chatrine. “Aku bisa sendiri.” Chatrine cepat-cepat menarik piring kosongnya, tidak membiarkan Liam mengambil. "Itu piring kesayangan ibuku." Liam
Magbasa pa