BAB 29 CEMBURUBegitu Liam mendekat, Chatrine tersenyum sekilas. Senyum itu bukan sekadar ramah, ada sengatan dalam sorot matanya, sebuah keputusan cepat yang penuh strategi.Tanpa memberi aba-aba, Chatrine melangkah maju. Tubuhnya mendekati Liam dengan percaya diri. Dan sebelum Liam sempat bertanya, bibir Chatrine menyentuh bibir Liam.Sebuah kecupan singkat. Ringan, tapi sengaja ditampilkan.Olivia terkejut. Napasnya terhenti, bola matanya melebar, bibir terbuka ingin bicara, tapi tak ada suara yang keluar.Liam sendiri membeku sepersekian detik. Matanya mengerjap karena kaget. Ia tidak pernah menyangka Chatrine akan bertindak seberani itu, apalagi di depan Olivia. Namun, anehnya, tubuhnya tidak bergerak menghindar. Ada sesuatu yang menahannya, entah rasa hangat dari kecupan itu, atau sekadar tak punya alasan untuk menolak.Chatrine menarik diri dengan anggun, senyum tipis masih bertahan di wajahnya. Lalu ia menoleh pada Olivia dengan tatapan menusuk.“Oh… maaf, Olivia. Kami harus p
Magbasa pa