Mag-log in"Terima aku bekerja di galerimu." "Aku tidak akan mampu membayar mu." "Akan aku berikan trial tiga bulan gratis, kau tidak perlu membayar ku." Chatrine Madison rela melakukan apapun agar bisa masuk dalam kehidupan Liam Conely... Seorang pemuda kampung pemilik galeri perabot kayu yang telah menjerat hatinya sejak mereka bertemu di tengah malam penuh badai.
view moreBAB 126 HARI BAHAGIALangit Washington cerah tanpa serabut awan. Di kawasan elit Medina, tempat hunian para miliuner dan pejabat tinggi, udara musim panas terasa lembut. Di tepi danau yang tenang, rumah keluarga Madison tampak berdiri anggun dengan halaman hijau luas, berpadu pemandangan tepian danau yang berkilau memantulkan cahaya matahari akhir musim panas.Hari itu bakal menjadi momen bersejarah bagi awal hidup Liam dan Chatrine. Pesta pernikahan sederhana seperti yang diinginkan Chatrine. Hanya untuk keluarga dan orang-orang terdekat. Meski demikian setiap sudut taman dipersiapkan dengan penuh kesempurnaan dan cinta.Barisan kursi tamu tersusun rapi di antara hamparan rumput, menghadap ke altar kecil yang terbuat dari kayu halus, kayu pilihan yang dikerjakan sendiri oleh Liam. Sebuah simbol sederhana namun sarat makna. Hasil kerja keras dari tangan pria yang membangun hidupnya dari bawah.Bunga peoni, lily, dan mawar putih berbaris di jalan setapak menuju altar. Aroma wangi laven
BAB 125 SALING MENERIMATerlepas dari apapun kesalahan yang pernah terjadi antara Liam dan Evanka. Bagi Liam mereka tetap tidak pernah terlibat perasaan emosional romantis, kecuali sebagian orang tua untuk putra meraka berdua.Jika sekarang Liam ingin buru-buru menikahi Chatrine dan mengatakannya di hadapan Evanka. Seharusnya hal tersebut juga bukan masalah. Liam tetap akan bertanggungjawab pada putranya dan tidak pernah menyesali keberadaan Evan di antara mereka bertiga.Evanka adalah wanita yang akan tetap Liam hormati sebagai ibu dari putranya.Chatrine adalah wanita yang Liam cintai dan ingin dia nikahi untuk seumur hidup.Evan tetap darah daging Liam, tidak akan berkurang sedikitpun cinta dan tanggung jawab Liam karena sebuah pernikahan yang suci.******Malam itu meja makan keluarga Conelli diselimuti kehangatan lampu temaram dan aroma daging panggang yang memenuhi udara. Dari luar jendela purnama berpendar bulat sempurna dengan cahaya emas, menambah kesan damai di rumah tua it
BAB 124 EVANKA DATANG LEBIH DULUSore itu, langit Canterbury tampak hangat berwarna keemasan. Angin musim panas berhembus lembut, membawa aroma mawar dan roti panggang dari dapur Isabel. Di dalam rumah, wanita itu sedang bersenandung kecil sambil menata meja makan. Ia tengah memasak beberapa hidangan kesukaan Liam, ayam panggang, kentang lembut, dan salad dengan saus lemon segar.“Ah, andai Liam cepat pulang,” gumamnya, tersenyum kecil sambil menaruh lilin di tengah meja.Suara deru mobil di depan rumah membuatnya menoleh. Isabel menyeka tangannya di celemek dan berjalan ke teras, mengira itu putranya. Tapi yang muncul di balik pagar bukanlah Liam.“Evanka?” suaranya terdengar kaget, nyaris tercekat.Wajahnya langsung berubah cerah begitu melihat sosok bocah kecil yang berdiri di sisi Evanka. “Oh, Evan! Cucuku sayang!”Evan berlari kecil ke arah neneknya. “Nana!” serunya gembira.Isabel menunduk, memeluk bocah itu erat-erat. “Ya Tuhan, kamu tumbuh makin besar saja, Nak. Lihat, pipimu
BAB 123 SEBUAH KEJUTANLangit Canterbury mulai tenggelam di balik warna senja. Jalanan desa itu berlapis cahaya keemasan yang lembut, menciptakan pemandangan yang tenang dan penuh nostalgia. Burung-burung kembali ke sarangnya, dan dari kejauhan, aroma roti hangat dari rumah-rumah tua mulai merebak bersama angin yang sejuk.Daun-daun maple bergoyang lembut di halaman rumah keluarga Conelli, bergemerisik tertiup angin musim panas. Dari dapur, aroma mentega yang meleleh di atas wajan menyatu dengan wangi rosemary dan ayam panggang.Isabel bersenandung pelan mengikuti irama lagu lawas yang diputar dari radio tua di sudut meja. Suaranya lembut, kadang serak, namun menghangatkan seperti senja itu sendiri. Ia mengenakan apron bergambar bunga lavender, tampak sibuk di meja dapur, sesekali mengaduk saus, lalu menata piring di atas meja makan dengan penuh semangat.Di atas meja makan, sudah tertata rapi beef stew, kentang tumbuk, dan wafel keju kesukaan Liam. Isabel bahkan membuat puding roti k












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Mga Ratings
RebyuMore