BAB 42 MENGUJI KEBERANIANLiam, berdiri tegak di hadapan Olivia. Rongga dada bergemuruh panas, tapi wajahnya tetap dingin, penuh kendali.Tanpa membuang waktu, Liam menekan tombol panggilan. Dia juga sengaja mengaktifkan pengeras suara. Nada sambung terdengar nyaring.Satu kali.Dua kali.Tiga kali.Olivia memejamkan mata rapat-rapat, air mata menetes deras di pipinya.Liam menggenggam ponsel itu erat, suaranya mendidih dalam hati.Lalu, klik. Sambungan terhubung.“Halo, siapa ini?” Suara pria dewasa, berat, dalam, penuh wibawa.Liam mendekatkan ponsel ke bibirnya, sorot matanya penuh bara.“Aku Liam Connelly." Suaranya dalam dan tegas. "Seharusnya tidak asing di telinga Anda, Mr. Harper."Sejenak hening. Lalu terdengar helaan napas kasar dari seberang, berat dan penuh peringatan."Apa maumu?" Sebastian Harper langsung memberi nada tegas mengancam.Liam mengatur napas, tetap tenang meski dadanya bergolak. "Kita harus bertemu.""Aku tidak punya waktu untuk urusan remeh," Sebastian mer
อ่านเพิ่มเติม