“Tanganmu gemetar, Bim. Keluar.”Satu suara rendah, tajam, dan sangat dingin terdengar dari arah samping. Bima terlonjak kecil dan hampir menjatuhkan needle holder yang dipegangnya.“Damian? Ini luka robek biasa. Aku bisa–”“Aku bilang keluar,” potong Damian. Tangannya mencengkeram pergelangan tangan Bima.Tanpa menunggu persetujuan, Damian merebut noodle holder dari tangan sahabatnya. Gerakannya halus, tetapi penuh aura dominan. Pria itu menarik kursi plastik ke depan Agatha. Jarak mereka yang sangat dekat membuat lutut mereka bersentuhan. Lalu tanpa ragu, Damian mencengkeram dagu perempuan itu agar mendongak.Agatha begitu terkejut sampai membeku. Dan tidak hanya dia. Hampir semua orang di nurse station mulai menghentikan aktivitas. Mereka melirik diam-diam ke arah Damian.“Lihat aku, Gatha,” perintah pria itu dalam nada yang tidak terbantahkan.Jari-jari Damian yang dingin mengusap pinggiran luka. Tanpa ragu, dia mulai menjahit. Gerakannya sangat halus dan lembut, sangat terkontro
อ่านเพิ่มเติม