Bimo terdiam sejenak saat mendengar pertanyaan Dian, bingung harus menjawab apa. Apa dia katakan saja apa yang terjadi papanya? “Kita bicara di luar saja,” tatapan mata Bimo beralih ke Mayang.”Ma, aku keluar sebentar ya, nanti secepatnya aku akan datang kemari.” Mayang mengangguk seraya menatap sinis ke arah Dian. ”Baiklah.” Setelah mengatakan itu, Bimo dan Dian keluar meninggalkan ruangan Mayang. Mereka berdua berjalan ke arah taman dan duduk di salah satu bangku yang kosong. Tiba-tiba saja Dian merapatkan tubuhnya ke Bimo, sengaja menempelkan bukit ranumnya yang montok.”Kenapa kamu membawaku kemari, Bimo?Apa kamu ingin bermesraan denganku?” Bimo reflek menjauh karena merasa risih. Dari dulu sampai sekarang, Dian sama sekali tidak berubah dan terus menggodanya.“Jangan dekat-dekat, kalau Sella atau Tiara melihat kita, mereka akan salah paham dan menuduh yang tidak-tidak.” “Aduh, mereka nggak mungkin salah paham. Kamu kan anak tiriku, Bimo. Yaudah kita langsung ke intinya saja. A
最終更新日 : 2026-06-06 続きを読む