Aroma keringat yang bercampur dengan wangi parfum mawar yang memudar memenuhi udara kamar yang lembap pasca pergulatan yang melelahkan. Di bawah temaram lampu tidur, kulit Sella yang mengkilap dibasahi peluh tampak berkilau, namun desah nafasnya yang tidak teratur bukanlah tanda kepuasan, melainkan kemarahan yang tertahan. “Ahh, Mas, jangan keluar dulu dong!” Sella mendesah kecewa saat Bimo, suaminya, cepat keluar sebelum dia dapat meraih klimaksnya.Bimo melepaskan penyatuan mereka dengan perasaan bersalah karena lagi-lagi sudah membuat sang istri kecewa. Padahal sebelum bercinta, dia sudah meminum obat kuat agar bisa melayani nafsu Sella yang cukup tinggi. Namun tampaknya, usahanya masih sia-sia.Bimo memeluk Sella dan mencoba menghiburnya. “Sayang, maafkan aku. Aku sudah minum obat kuat untuk memuaskanmu, tapi aku malah mengecewakanmu. Kita coba lagi besok, ya?”“Ck, cuma segitu kemampuanmu, Mas?! Aku bahkan belum pernah merasakan bagaimana nikmatnya klimaks!” seru Sella, kes
Last Updated : 2026-02-19 Read more