Pagi itu sekitar pukul 06.30. Aira akhirnya bangun dari tidur yang sedikit lebih panjang dari biasanya. Biasanya dia sudah aktif dari jam lima, tapi tubuhnya masih “recovery mode” setelah drama semalam. Dia duduk sebentar di ranjang, lalu keluar kamar tanpa banyak pikir. Di luar kamar, rumah terasa berbeda. Meski sunyi tapi kesunyian itu terasa lebih hangat dan ada satu hal yang langsung menarik perhatiannya aroma masakan. Aira berhenti. “Bau apa ini…” gumamnya pelan. Dia mengikuti arah aroma itu, langkahnya pelan, masih setengah sadar. Rumah ini besar, bahkan terasa seperti bisa “menelan arah” kalau tidak terbiasa. Sampai akhirnya langkahnya terhenti di satu area, sebuah ruangan namun tidak ada pintu. Hanya bukaan lebar yang menyatu dengan interior rumah. Aira melangkah lebih dekat dan dia langsung diam. Di dalamnya bukan ruang kerja, bukan juga ruang tamu, melainkan sebuah area bermain anak. Ada perosotan kecil, kolam bola, rumah-rumahan mini, mainan tertata rapi, dan ruang lua
Read more