Setelah makan malam selesai, suasana rumah masih hangat oleh obrolan ringan kemudian Ratu perlahan berdiri dari kursinya.“Bu… Pak… Ratu balik ke kosan ya,” katanya pelan.Ibu Ratna langsung menoleh. “Lho, sekarang? Udah malam, Neng.”“Iya, Bu… besok aku ada kuliah pagi,” jawab Ratu, mencoba tersenyum.Bapak Sutisna mengangguk pelan, memahami. “Oh iya… kuliah.”Zyandru yang sejak tadi diam memperhatikan, langsung menyela santai, “Kalau gitu… aku anter aja, Pak.”Ratu menoleh cepat. “Enggak usah—”“Aku ‘kan mau ke rumah teman di Bandung,” lanjut Zyandru ringan, alasannya kini berguna juga.Bapak dan Ibu saling pandang, lalu tersenyum.“Ya sudah kalau begitu,” kata Bapak akhirnya. “Ratu, hati-hati ya.”“Iya, Pak … Ratu beres-beres dulu.” Ratu membawa piring kosongnya ke dapur lalu masuk ke dalam kamar.“Titip Ratu ya, Nak Zyandru,” tambah Ibu Ratna.Zyandru mengangguk mantap. “Siap, Bu.”Beberapa menit kemudian, Ratu kembali dengan tas pakaian kecil di tangannya.Zyandru y
Read more