Suasana kampus mulai kembali ramai ketika ujian berakhir.Kursi bergeser, suara obrolan kembali muncul, dan mahasiswa mulai keluar satu per satu dari ruang kelas.Ratu termasuk yang keluar terakhir.Ia mengemas alat tulisnya perlahan, menarik napas panjang.“Alhamdulillah,” gumamnya pelan.Tidak sempurna, tapi cukup.Saat keluar kelas, langkahnya langsung mengarah ke taman kecil di samping gedung.Entah kenapa ia tahu ke mana harus pergi.Dan benar saja—di salah satu bangku taman, seorang pria duduk dengan posisi sedikit menyandar, kepala menunduk, mata hampir terpejam.Sepertinya Zyandru hampir ketiduran.Ratu berhenti beberapa langkah hanya untuk sekedar menatap pria itu. Ada sesuatu yang aneh melihat seseorang menunggunya selama itu.Tanpa sadar, bibirnya sedikit tersenyum.“Aa …,” panggilnya pelan. Zyandru tersentak.Matanya langsung terbuka, refleks menegakkan tubuh.“Neng? Udah selesai?” katanya cepat,
Read more