Satria tidak pernah bertanya dua kali.Setelah panggilan itu terputus, ia sudah bergerak.Kaos polos diganti dengan setelan perjalanan berwarna charcoal. Paspor, dokumen penerbangan, dan tablet kerja masuk ke dalam tas kulit hitamnya. Dalam waktu tiga puluh menit, ia sudah berada di dalam mobil menuju bandara privat milik keluarga Gunadhya.Langit Jakarta masih menyisakan semburat malam ketika jet Gulfstream G700 dengan lambang AG Group terparkir anggun di apron khusus. Awak kabin berdiri rapi menyambut.“Selamat malam, Pak Satria.”“Malam,” jawabnya singkat namun sopan.Langkahnya mantap menaiki tangga jet. Interior kabin berlapis kulit krem dan panel kayu walnut mengilap, lampu temaram hangat, sofa lebar yang bisa direbahkan menjadi tempat tidur. Aroma khas kabin privat yang bersih dan mahal menyambutnya.Pramugari menyerahkan tablet berisi rute penerbangan.“Perkiraan tiba di New York pukul enam pagi waktu setempat.”Satria mengangguk.Sepanjang penerbangan, ia tidak tidu
Huling Na-update : 2026-02-22 Magbasa pa