Kaluna langsung menghubungi Kanaya setelah dia masuk ke dalam kamar.“Halo … tumben lo telepon.” Kanaya menjawab panggilan telepon.“Kak … gue mau nikah sama Satria.” “Hah? Satria siapa? Pacar baru? Anak konglomerat mana?” Kanaya lupa.Kaluna memejamkan mata sekilas bersamaan hembusan nafas berat.“Waktu itu Brian pernah ngadu ke Ryley, katanya ketemu lo sama pacar lo di Bali … dia bukan yang lo maksud Satria itu?” “Iya ….” Kaluna menjawab.“Waw … cepet banget Sis, itu ‘kan hampir setahun lalu pas lo baru-baru putus.” “Ayah enggak setuju ….” Suara Kaluna lemah.“Kenapa?” Kanaya terdengar tidak terima.“Karena dia sekretaris gue ….”Hening sesaat.“Ah gila lo, ya pantesan aja ayah enggak setuju … lagian kenapa harus sama sekretaris sih? Selera lo rendah banget ….” Kanaya memang suka bicara seenak jidatnya.“Tapi dia tulus cinta sama gue, Kak … gue juga mencintai dia … dan dia manusia, kenapa sih? Apa yang salah?” Suara Kaluna tercekat.“Karena lo ceweknya, Lun … kalau
Read more