Setelah menutup panggilan telepon, Kaluna mengembuskan nafas panjang, dia merentangkan kedua tangan, matanya menatap kosong langit-langit kamar.Tiba-tiba perutnya berbunyi. Dia belum makan malam karena sekretarisnya tidak peka.Akhirnya Kaluna keluar kamar, masih belum ganti baju—dia menuju dapur.Sialnya dia bertemu ayah ketika melewati ruang keluarga.“Bunda mana Yah?” tanya Kaluna basa-basi.“Di kamar ….” Ayah menjawab dingin.Kaluna juga melanjutkan langkah menuju dapur.Di sana dia menghangatkan cream soup dari kulkas.Sambil menunggu microwave selesai menghangatkan, Kaluna menunggu.Dia mendengar suara langkah kaki mendekat, lalu menoleh.“Ayah lapar juga?” tanya Kaluna begitu mendapati ayahnya masuk ke dapur.“Ayah mau buat kopi ….” Ayah menjawab tanpa menatap wajah Kaluna.“Nikmati semua apa yang bisa kamu nikmati selagi masih di sini … setelah keluar nanti, Ayah enggak bisa menjamin perut kamu tetap kenyang.”
Read More