Rivanno menyeringai. Sementara Adeline diam dengan bibir mengatup rapat."Dia pasti senang karena Nenek lebih membelanya dibanding aku. Oke, sekarang boleh senyum senang, tapi nanti ... kamu akan melihat sendiri, nenek yang tidak akan mendukungmu lagi!" batin Adeline.Rivanno dengan mata menyipit pun sama, hatinya tengah berbicara. "Cihh! Anak itu!" "Kenapa diam? Nenek sedang berbicara denganmu. Mana sopan santun pada suamimu, Nak?!" tegasnya.Adeline sontak sedikit malu begitu Jollanita melontarkan kalimat dengan nada agak tinggi itu. Tak punya pilihan lain, Adeline memilih mengalah dan duduk menemani Rivanno."Sudah berapa kali kamu bolak-balik ke toilet hari ini, sayang?" ungkap Rivanno.Jollanita yang mendengar itu langsung membantingkan wajahnya ke arah Adeline. Pandangan matanya menyapu sekitar perut Adeline dengan mata terbelalak tak percaya. "Oh tuhan, benarkah itu? Apa jangan-jangan kamu hamil!" sontaknya.Pernikahan yang baru terjadi itu membuat Adeline segera membantah d
Terakhir Diperbarui : 2026-06-10 Baca selengkapnya