Besoknya adalah hari pertama di tahun baru.Tahun-tahun sebelumnya, aku selalu jadi orang yang bangun paling awal untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah.Namun tahun ini, matahari sudah bersinar cerah dan aku masih belum beranjak dari ranjang.Kakak pun agak heran, dia mengetuk pintu kamarku dan bertanya dengan perhatian, “Hendy, kamu nggak apa-apa? Lagi nggak enak badan, ya?”Mendengar suara kakak, aku langsung tersentak bangun.Punggungku sudah basah oleh keringat dingin.Bukan karena kaget dengan ucapan kakak, tapi karena aku baru saja bermimpi buruk.Dalam mimpi itu, aku dan Rora sedang bergumul hebat dalam gairah yang membara, tapi tepat saat keadaan sedang memuncak, kakak mendadak muncul.Pikiranku masih linglung, wajahku bahkan sampai pucat.Karena tidak ada jawaban dari dalam kamar, kakak mengetuk lagi.“Hendy, kamu kenapa?”Aku tersadar kembali dan segera menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri, lalu menjawab, “Nggak… nggak apa-apa. Aku main game sampai larut ma
Mehr lesen