Short
Ujian Kesetiaan Saudara

Ujian Kesetiaan Saudara

By:  Pelan-pelan SajaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Chapters
13views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

“Dasar genit … sudah pengin dari tadi, ‘kan…?” Malam tahun baru, kakak membawa pulang pacar yang sexy dan menggoda. Bukan hanya melalui kata-kata, bahkan saat aku ke kamar mandi pun dia tak melepaskanku. Dia sengaja membawa baskon ke dalam, lalu berjongkok tepat di hadapanku. “Bantu aku bersihkan bokongku … boleh, ‘kan?” Melihat pemandangan ini, aku benar-benar tak bisa menahan diri lagi, tanganku langsung mengulur ke arahnya….

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Hendy, mahasiswa tingkat akhir yang sebentar lagi lulus.

Dengan tubuh tinggi besar dan penuh tenaga, di fakultas olahraga, aku dijuluki tank manusia.

Sebelumnya, aku susah payah mendapatkan pacar seorang primadona dari jurusan seni tari. Tapi, saat kami sudah di kamar hotel, wajahnya mendadak pucat karena ketakutan.

“Kamu… kamu ini monster, ya? Seram sekali….”

Aku mencoba membujuknya untuk lanjut, tapi dia tak sanggup menghadapi pria sepertiku. Dia langsung mengambil pakaiannya dan kabur begitu saja.

Alhasil, saat pulang kampung untuk merayakan tahun baru, aku harus merana sendirian.

Kakakku, Randy, lima tahun lebih tua dariku. Tahun ini dia membawa pulang pacar yang sangat cantik bernama Rora.

Tubuhnya benar-benar montok, tipe wanita yang terlihat… sangat kuat di ranjang….

Bokongnya bulat besar dan bergoyang setiap kali dia melangkah.

Rora berpakaian santai. Di balik jaket tebalnya, dia hanya memakai kaus dalam tipis yang ketat.

Bentuk payudaranya yang menonjol terlihat jelas… dia tidak memakai bra sama sekali.

Begitu melihatku, dia langsung menyapa dengan akrab dan memelukku.

“Kamu Hendy? Wah, badanmu kekar sekali….”

Rora seolah benar-benar menganggapku seperti adik kandungnya sendiri. Kelembutan dadanya yang kenyal itu menempel erat di lenganku.

Bagian ujungnya yang keras tidak sengaja bergesekan, membuat seluruh tubuhku merinding.

Wajahku langsung memerah, aku sampai gagap saat bicara,

“Salam kenal… kak….”

Melihatku yang sangat tegang, Rora tersenyum manis dan mulai menggodaku,

“Kok pemalu sekali? Jangan-jangan kamu masih perjaka?”

Kata perjaka itu seketika membuat tubuhku membeku.

Meskipun aku pernah punya beberapa pacar, mereka semua takut dengan fisikku yang… mengerikan ini.

Di saat-saat terakhir, mereka tidak pernah membiarkanku melakukannya.

Alhasil, sampai sekarang aku belum tahu bagaimana rasanya… seorang wanita yang sebenarnya.

“Masa, sih?” Mata Rora membelalak, menatapku lekat-lekat, “Tebakanku benar?”

Kemudian Rora mengangkat tangannya dan mengusap dada bidangku yang sekeras batu sebanyak dua kali.

Tawanya sangat menggoda, bahkan suaranya terdengar sedikit mendesah,

“Sayang sekali nggak ada wanita yang mencicipi… tubuh sebagus ini….”

Kata-kata vulgar yang blak-blakan itu membuatku tak tahu harus menjawab apa.

Untungnya, saat itu kakak datang menyelamatkanku. Dia menepuk bokong Rora dan berkata,

“Kamu pikir semua orang sama liarnya denganmu…?”

Mengira tak ada yang melihat, kakak meremas bokong bulat yang montok itu dengan keras menggunakan tangan besarnya.

Dia bahkan berbisik nakal di telinga Rora,

“Dasar genit! Jangan menggoda adikku terus….”

Rora tak bisa menahan diri dan mengeluarkan rintihan manja.

“Ugh….”

“Dasar… pelan-pelan sedikit meremasnya!”

Melihat mereka berdua bermesraan dan saling menggoda seperti itu, aku hanya berdiri mematung dengan canggung.

Aku segera mencari alasan untuk kabur kembali ke kamar.

Begitu pintu tertutup, barulah aku berani menarik napas dalam-dalam.

Jelas-jelas Rora yang tidak tahu malu, tapi kok malah aku yang merasa… lebih bergairah.

Aku menunduk dan benar saja, benda milikku sudah bereaksi hebat.

Aku mengumpat pelan, “Sialan….”

Rasa sesak dan tegang di bawah sana membuatku mengerutkan kening. Aku terpaksa menyandarkan satu tangan ke dinding.

Otakku tak bisa berhenti membayangkan bentuk yang kencang… dan lembut tadi….

Payudara sebesar itu, kalau diremas pasti terasa mantap sekali.

Apalagi kalau bisa… merasakannya langsung, mungkin aku bisa mati kehabisan napas karena terhimpit!

Dalam bayangan liar itu, aku semakin sulit mengendalikan diri.

Desahan demi desahan mulai lolos dari mulutku, “Hmm… ah….”
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status