“Kakak turunlah lebih dulu, pulihkan Nayaka dan pasukan yang terluka. Jumlah musuh di bawah masih 12 juta pasukan, terlebih kanuragan mereka tidak masuk akal. Untuk sementara serahkan dia padaku,” ucap Arga sembari menunjuk ke arah Kenaka yang sudah kembali berniat memberikan serangan.“Aku mengerti, berhati-hatilah adik kecil,” angguk Lintang.Selanjutnya dengan membawa Nayaka, Lintang seketika lenyap dari pandangan dan kembali muncul setelah berada di daratan.“Yaka!” teriak Raden Buana langsung menyambut Lintang.Dia tidak ikut berperang karena masih melanjutkan tugas pertamanya yaitu menilai alur kekuatan musuh agar strategi perang bisa tetap berjalan.Sama seperti Lintang, Raden Buana juga menitikkan air mata tidak tega menyaksikan cucu tercintanya dalam keadaan yang mengenaskan.“Tubuh Nayaka sedang di ambang batas kek, mohon berikan aku waktu untuk memulihkannya,” ucap Lintang.“Te-tentu anak prabu, kakek mengerti,” angguk Raden Buana, sementara air matanya terus berjatuhan mer
閱讀更多