Selama di perjalanan menuju kembali ke penthouse, Lisa justru asyik menikmati rujak buah miliknya. Arseno yang melihatnya sesekali melalui kaca spion tampak tenang. Senyum tipisnya mengukir pada bibir ranumnya. “Bagaimana rasanya?” tanya Arseno. “Rasanya nano nano.” Arseno mengerutkan keningnya sesaat. “Nano nano? Apa maksudnya?” “Kompilasi antara segar, manis, asam, pedas, asin jadi perpaduan yang sempurna, sayang.” Glek! Mendengar celotehan Lisa yang terdengar sangat menikmati, Arseno meneguk salivanya. Tampaknya bukan hanya Lisa yang merasakan mengidam pasca kehamilan, tapi Arseno juga. “Hm… buah mangganya segar sekali. Nanas nya juga, apalagi buahnya dinikmati dalam keadaan dingin begini. Rujak Bang Jeck memang tidak ada duanya,” celoteh Lisa seraya mengunyah rujak buah tersebut. Arseno hanya terdiam sambil meliriknya sesekali. Lisa yang sedang diperhatikan begitu tampaknya peka dengan tingkah suaminya. Tiba-tiba… “Sayangku…” panggilnya terdengar mengejutkan
Read more