หน้าหลัก / Romansa / SENTUHAN GADIS SEMALAM SATU MILIAR / Bab 23 - Hadiah Pertama untuk Istri Kecil

แชร์

Bab 23 - Hadiah Pertama untuk Istri Kecil

ผู้เขียน: Ericka Ghaniya
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-07 23:54:05
Bab 23 - Maafkan Aku Lisa

Arseno tergelak ketika mendapati Lisa menangis sedu karena gertakan nya yang tanpa sengaja membuatnya takut. Spontan pria berdarah dingin itu pun menarik tubuh kecil Lisa ke dalam dekapannya. Tapi kelinci kecil itu justru semakin terenyuh dan terisak dengan tubuh yang gemetar.

“Maafkan aku, maaf kalau aku membuatmu takut,” ujar Arseno seraya menghujani banyak kecupan pada seluruh wajah Lisa.

Menyesal, kan. Pak harimau ini memang senang sekali menggertak orang.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • SENTUHAN GADIS SEMALAM SATU MILIAR   Bab 32 - Detak Jantung Bayi

    “Kalau begitu saya pamit, Tuan muda.” Sekretaris Josh berkata demikian setelah mengantar Arseno dan Lisa tiba dengan selamat di penthouse mereka. “Hem.” Hanya suara deheman yang terdengar dari mulutnya. Arseno langsung berjalan menuju kamar utama seraya masih menggendong Lisa ala bridal style dan merebahkan tubuh kecilnya diatas ranjang. Lisa menggeliat ketika tubuhnya menyentuh sprei putih itu. Spontan kedua matanya terbuka secara perlahan. “Engh… kita di mana, sayang?” gumam Lisa masih setengah sadar. Arseno yang masih berdiri mematung sontak ikut duduk mendekatinya. “Di rumah. Kau tertidur pulas sekali tadi. Aku takut membuatmu terkejut, jadi ku biarkan saja kau tertidur sampai sini,” ujar Arseno sembari menyeka anak rambut Lisa yang menutupi wajahnya. “Benarkah? Apa aku tertidur sambil berjalan sampai kesini sayang?” ucap Lisa mengigau. Arseno terkekeh mendengarnya. Detik kemudian pria itu mengecup keningnya tiba-tiba. Cup! “Coba tebak, bagaimana aku bisa memb

  • SENTUHAN GADIS SEMALAM SATU MILIAR   Bab 31 - Wanita Kesayangan Presdir Han

    Mungkin itulah sebabnya mengapa ia bisa dijuluki sebagai raja singa dulu. Karena lebih besar rasa trauma dan kehilangan yang ia terima untuk melupakan seseorang yang benar-benar ia cinta. “Ya, Nenek memang sangat cantik. Tapi sayang sekali beliau harus menikahi orang seperti Kakek.” “Hei, anak nakal. Berani sekali kau meremehkan ku,” sungut Presdir Han sambil menepak bahu Arseno dengan tongkat kayunya. Plak! “Awh, Kakek ini tidak bisa diajak bercanda ya. Digoda sedikit saja sudah marah,” ungkap Arseno menggerutu. “Apanya yang kau maksud bercanda itu, wahai anak muda? Memang kau saja yang nakal karena meledek orang tua.” Arseno berdecih sekilas, dasar orang tua kolot ini,” gumamnya tak terdengar oleh beliau. Tapi… “Apa yang kau umpat barusan, hah? Jangan-jangan kau mengumpat ku dengan sebutan binatang, kan?” kilah Presdir Han tidak terima. Arseno merasa kalau pertemuan mereka saat ini sudah terlalu lama. Ia pun beranjak bangun dari kursi itu. “Nanti saja lagi Kakek mencerama

  • SENTUHAN GADIS SEMALAM SATU MILIAR   Bab 30 - Permainan Catur

    Saat Arseno dan Lisa hendak untuk pergi meninggalkan kediaman rumah utama, tiba-tiba mereka diberhentikan oleh Pak Gem. Sekadar informasi, Pak Gem adalah kepala pelayan di kediaman utama yang sudah bekerja puluhan tahun dan mengabdi pada Presdir Han. “Tuan muda tunggu sebentar,” panggil Pak Gem terlihat berlarian kecil yang datang dari arah dapur menghampiri Arseno maupun Lisa. “Ada apa Pak Gem?” sahut Arseno sungkan. “Anu… Tuan… Presdir Han bilang sebelum Tuan muda pergi meninggalkan kediaman ini, Tuan muda harus ke ruang kerjanya,” tutur Pak Gem. Arseno sontak beralih menatap Lisa. Wanita itu lantas mengangguk mengiyakan. “Aku akan menunggu di mobil,” ucap Lisa seraya mengelus dada bidang Arseno lembut. “Hanya itu saja yang kau berikan?” Arseno mendengus pelan. Wajahnya datar tanpa senyuman. Untungnya Lisa cukup peka sekarang, apa yang sedang Arseno inginkan darinya. Detik kemudian dia pun berjinjit dan mendekatkan dirinya pada suaminya. Cup! Satu kecupan manis Lisa

  • SENTUHAN GADIS SEMALAM SATU MILIAR   Bab 29 - Pemegang Saham Terbesar T Group

    “Arseno, jelaskan ini pada Kakek.” Presdir Han berkata dengan suara parau. Arseno justru bersedih sebal. Melihat reaksi dari kakeknya yang juga tak begitu menyukai Lisa di perjamuan ini. “Presdir Han, bukankah Anda selalu menepati janji? Kenapa Anda tiba-tiba mengingkari sesuatu yang sudah tertulis dalam kesepakatan kita?” tangkas Arseno dingin. Presdir Han sontak terdiam. Tiba-tiba aura di ruang makan itu langsung berubah dingin dan tegang. Melihat perdebatan di keluarga ini, Lisa lantas melepaskan genggaman tangannya dari tangan Arseno. Tangannya justru meremas erat gaun dress yang ia kenakan pada tubuhnya. Laura yang melihat reaksi Lisa begitu gugup dan lesu karena tidak mendapatkan penerimaan di keluarga T Group terlihat terkekeh puas. Wanita itu bahkan meneguk minuman yang ada didepannya dengan santai. Greppp!! Tapi tiba-tiba Arseno meraih pergelangan tangan Lisa lagi. Genggaman tangannya kali ini lebih erat dari sebelumnya. “Kau… baiklah. Perjuanganmu membangun

  • SENTUHAN GADIS SEMALAM SATU MILIAR   Bab 28 - Sebutan Pangeran Katak untuk Arseno

    Suara ketukan heels wanita terdengar nyaring, Lisa berjalan dengan anggun menghampiri Arseno mengenakan dress mewah berwarna putih malam ini. Betapa elegan dan cantiknya ia sekarang. Bahkan Arseno pun tak bisa berpaling menatapnya. Bibir ranum Arseno tampak mengulum senyum tipis. Dalam hati dia memuji Lisa yang begitu mempesona indah dengan setelah dress cantiknya. Tapi disisi lain, dia bahkan terlihat lebih tampan dari biasanya. Ya, ya, ya. Tuan harimau ini memang terselamatkan dengan wajah tampannya, kan. Greppp! Tiba-tiba Arseno memeluk Lisa dari arah belakang. Hembusan napasnya terasa hangat mengenai porit-pori kulit pada lekukan leher jenjang Lisa yang bersih dan putih. “Kau… shampo apa yang kau pakai, hm? Kenapa aromanya sangat menggoda,” bisik Arseno menciumi area tersebut dengan intim. “Ah, suamiku menyukainya?” balas Lisa terkekeh. Kedua tangan mereka saling menggenggam erat satu sama lain. Detik jam dinding terdengar seperti ketukan. Menandakan bahwa mereka sud

  • SENTUHAN GADIS SEMALAM SATU MILIAR   Bab 27 - Pijatan untuk Istri Kecil

    Ting! Suara pintu penthouse milik Arseno terbuka. Dengan gagahnya dia berjalan cepat menuju kamar utama setibanya ia di sana. “Di mana Lisa?” tanya Arseno saat melewati ruang tengah, di mana ada Bi Asih dan Bi Santi berada yang sedang membersihkan ruangan tersebut. “Nona muda di kamar utama, Tuan muda.” Bi Asih menjawab seraya membungkuk singkat. Arseno tak menjawabnya, dia hanya berdeham dan melanjutkan langkah kakinya menuju kamar utama. Tempat di mana Lisa sedang tertidur pulas saat ini. Kriek! Pintu kamar itu dibuka lebar olehnya. Deru napas Arseno terdengar cepat, jelas sekali kalau dia begitu terengah-engah dan terburu-buru untuk kembali pulang dan menemui kelinci kecilnya. Tiba-tiba saja bibirnya mengulum senyum tipis. Memandang wajah Lisa yang begitu lembut saat dalam mata terpejam sekarang. Tangan Arseno secara inisiatif terangkat dan mengelus lembut rambut Lisa yang terurai panjang. Tatapan matanya memperhatikan wanita itu dengan seksama, lalu mengec

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status