Sacha mengangkat kepala. Saat melihatku, sorot matanya yang semula redup tiba-tiba berbinar.Dia secara refleks ingin berlari ke arahku, tetapi Harry mengulurkan tangan dan mencengkeram pergelangan tangannya, begitu kuat sampai dia mengerutkan kening.Harry mendorongku ke sudut tembok. Aroma cerutu di tubuhnya menyengat dan membuat napasku sesak."Bocah, selama ini aku terlalu baik padamu di perusahaan ya?" Dia melempar kunci mobil ke dadaku. "Jauhi dia. Kalau nggak, sekarang juga pergi ke bagian HR buat ambil surat pengunduran dirimu. Aku akan beri tahu semua rekan seindustri, siapa pun yang berani mempekerjakanmu berarti melawanku."Aku memegangi dadaku, tidak mundur. Pandanganku melewati Harry, menatap Sacha. Sacha menggigit bibirnya. Matanya memerah saat menatapku."Lepaskan dia," kataku. "Dia manusia, bukan barangmu."Harry tertawa, lalu mengangkat tangan, hendak mendorong bahuku. Aku menghindar ke samping, mengeluarkan ponsel dari saku, dan langsung mengarahkannya ke depan wajahn
Read more