Share

Bab 5

Penulis: Richy
Sacha mengangkat kepala. Saat melihatku, sorot matanya yang semula redup tiba-tiba berbinar.

Dia secara refleks ingin berlari ke arahku, tetapi Harry mengulurkan tangan dan mencengkeram pergelangan tangannya, begitu kuat sampai dia mengerutkan kening.

Harry mendorongku ke sudut tembok. Aroma cerutu di tubuhnya menyengat dan membuat napasku sesak.

"Bocah, selama ini aku terlalu baik padamu di perusahaan ya?" Dia melempar kunci mobil ke dadaku. "Jauhi dia. Kalau nggak, sekarang juga pergi ke bagia
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Memungut Gadis Cantik Bar yang Terjatuh   Bab 7

    Selesai melihat foto-foto itu, Lilies mematikan puntung rokoknya. Tatapannya menjadi tajam."Sebenarnya aku nggak ingin menyeretmu ke dalam ini." Dia mengeluarkan sebuah flashdisk dari tasnya. "Di dalamnya ada buku rekening asli pencucian uang Harry, juga daftar orang-orang yang uangnya digelapkan oleh Harry.""Dulu aku nggak berani menggunakannya karena nggak ada bukti langsung yang menunjuk padanya. Tapi sekarang, ditambah bukti penggelapan pajak yang ada padamu, itu cukup untuk membuatnya masuk penjara seumur hidup.""Tapi ...." Dia menatap mataku. "Begitu diserahkan, nggak ada jalan mundur. Kamu mungkin juga akan diselidiki, bahkan menghadapi pembalasan."Aku mengambil flashdisk itu dan menggenggamnya. Sentuhan dinginnya membuatku tetap sadar."Aku nggak punya pilihan."Setelah mendapatkan flashdisk, aku berpamitan pada Lilies dan pulang ke rumah.Keesokan paginya, pukul 8.30, Harry memanggilku ke kantornya. Dia duduk di sofa kulit asli, memainkan tasbih di tangannya. Saat melihatk

  • Memungut Gadis Cantik Bar yang Terjatuh   Bab 6

    Rekan-rekan di sekeliling langsung menunduk dan pura-pura bekerja. Tak seorang pun berani melihat ke arah kami.Aku berdiri dan mengikuti Harry masuk ke kantornya. Begitu pintu ditutup, Harry menjatuhkan seluruh isi map ke atas meja.Itu adalah beberapa foto, foto saat aku dan Sacha masuk ke rumahku kemarin."Kamu cukup menikmati ya." Harry menggertakkan gigi, jarinya menusuk dadaku. "Kamu pikir kamu sudah menang? Hah?"Aku tidak menjawab, hanya menatapnya."Pihak pajak itu cuma pemeriksaan rutin. Kamu pikir bisa menjatuhkanku?" Dia mencibir, lalu mengambil sebuah dokumen dari laci dan melemparkannya kepadaku. "Ini perjanjian non-kompetisi perusahaan. Tanda tangani, lalu keluar dari perusahaan dan jangan pernah kembali ke kota ini."Aku membuka dokumen itu. Syaratnya sangat berat. Tiga tahun tidak boleh bekerja di industri yang sama dan harus segera mengundurkan diri."Aku nggak akan tanda tangan." Aku melempar dokumen itu kembali ke meja.Wajah Harry seketika berubah garang. Dia memut

  • Memungut Gadis Cantik Bar yang Terjatuh   Bab 5

    Sacha mengangkat kepala. Saat melihatku, sorot matanya yang semula redup tiba-tiba berbinar.Dia secara refleks ingin berlari ke arahku, tetapi Harry mengulurkan tangan dan mencengkeram pergelangan tangannya, begitu kuat sampai dia mengerutkan kening.Harry mendorongku ke sudut tembok. Aroma cerutu di tubuhnya menyengat dan membuat napasku sesak."Bocah, selama ini aku terlalu baik padamu di perusahaan ya?" Dia melempar kunci mobil ke dadaku. "Jauhi dia. Kalau nggak, sekarang juga pergi ke bagian HR buat ambil surat pengunduran dirimu. Aku akan beri tahu semua rekan seindustri, siapa pun yang berani mempekerjakanmu berarti melawanku."Aku memegangi dadaku, tidak mundur. Pandanganku melewati Harry, menatap Sacha. Sacha menggigit bibirnya. Matanya memerah saat menatapku."Lepaskan dia," kataku. "Dia manusia, bukan barangmu."Harry tertawa, lalu mengangkat tangan, hendak mendorong bahuku. Aku menghindar ke samping, mengeluarkan ponsel dari saku, dan langsung mengarahkannya ke depan wajahn

  • Memungut Gadis Cantik Bar yang Terjatuh   Bab 4

    Dia tersenyum. Itu adalah senyuman setelah melepaskan beban, dengan sedikit ketegasan.Kami saling bertukar kontak, lalu berpisah dengan tergesa-gesa seperti pencuri. Masing-masing menghilang dalam gelapnya malam.Saat itu, aku percaya pada kekuatan cinta, percaya bisa menariknya keluar dari keterpurukan.Namun, takdir memberiku sebuah lelucon besar.Senin pagi adalah rapat rutin perusahaan. Pintu ruang rapat didorong terbuka. Harry, bos kami yang terkenal pemarah dan sangat posesif, berjalan masuk dengan langkah besar.Dia bukan hanya pemimpin perusahaan, tetapi juga sosok kejam yang terkenal di industri. Konon katanya, emosinya mudah meledak. Sedikit saja tidak senang, dia akan memaki, bahkan membanting barang.Saat dia berbalik dan menulis di papan tulis, seluruh darah di tubuhku seakan-akan membeku. Orang yang memelihara Sacha ... adalah dia?Aku mematung. Keringat dingin membasahi punggungku. Janji hari Sabtu itu kini berubah menjadi pedang yang tergantung di atas kepalaku.Di sat

  • Memungut Gadis Cantik Bar yang Terjatuh   Bab 3

    Dia menjepit kedua pahanya dengan penuh semangat. Aku sampai merasa leherku terjepit erat di antara kedua kakinya.Ini pertama kalinya aku melakukan hal seperti ini dengan wanita asing di jalanan. Saking gugup dan bersemangatnya, seluruh tubuhku gemetar.Tanpa sengaja, doronganku meleset. Dari mulutnya keluar dengusan pelan. "Uh .... Om, kamu keras sekali. Kenapa begitu panas?"Aku mengatur kembali arahnya, bersiap untuk menyerang lagi.Namun, wanita cantik itu justru langsung menggenggam milikku dan mengarahkannya ke dirinya sendiri ....Seaktif ini? Astaga. Jantungku berdebar kencang.Ternyata wanita cantik tidak sesulit itu untuk didekati, asal kamu mau mengambil inisiatif dan membuat mereka nyaman. Mereka dengan sendirinya akan membuka kaki untukmu, bahkan mengundangmu masuk.Dulu aku memang terlalu pengecut, tidak berani maju. Pria seharusnya mengambil inisiatif. Wanita cantik ada di sana menunggu untuk didekati. Kalau kamu tidak maju, akan ada orang lain yang maju.Tepat saat aku

  • Memungut Gadis Cantik Bar yang Terjatuh   Bab 2

    Roknya tanpa sengaja tersangkut dan terangkat, memperlihatkan segitiga kecil berwarna putih di dalamnya.Aku berjongkok di sampingnya, memberanikan diri, perlahan mengulurkan satu tangan. Baru menyentuh pahanya, sensasi lembut langsung terasa di telapak tanganku. Sentuhan ini benar-benar halus.Stoking hitamnya licin, pahanya sangat kenyal, terutama pangkal pahanya yang berisi, terasa begitu nyaman saat disentuh.Wanita cantik itu merasakan sesuatu yang aneh di pangkal pahanya, lalu bertanya dengan setengah sadar, "Julius, kamu sudah kembali?"Aku terkejut. Dia sepertinya mengira aku sebagai pacarnya. Bukankah ini memberiku kesempatan? Dia tidak akan mengatakan apa-apa kalau aku menyentuhnya.Tanganku menyusuri pangkal pahanya, perlahan ke atas. Jari-jariku sudah mengait segitiga kecilnya.Sensasi telapak tanganku bergesekan di pahanya benar-benar membuatku semakin terpicu. Tanpa sadar, aku menambah sedikit tekanan.Dari tenggorokan wanita cantik itu, keluar dengusan pelan. Pinggulnya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status