Share

Bab 2

Penulis: Richy
Roknya tanpa sengaja tersangkut dan terangkat, memperlihatkan segitiga kecil berwarna putih di dalamnya.

Aku berjongkok di sampingnya, memberanikan diri, perlahan mengulurkan satu tangan. Baru menyentuh pahanya, sensasi lembut langsung terasa di telapak tanganku. Sentuhan ini benar-benar halus.

Stoking hitamnya licin, pahanya sangat kenyal, terutama pangkal pahanya yang berisi, terasa begitu nyaman saat disentuh.

Wanita cantik itu merasakan sesuatu yang aneh di pangkal pahanya, lalu bertanya dengan setengah sadar, "Julius, kamu sudah kembali?"

Aku terkejut. Dia sepertinya mengira aku sebagai pacarnya. Bukankah ini memberiku kesempatan? Dia tidak akan mengatakan apa-apa kalau aku menyentuhnya.

Tanganku menyusuri pangkal pahanya, perlahan ke atas. Jari-jariku sudah mengait segitiga kecilnya.

Sensasi telapak tanganku bergesekan di pahanya benar-benar membuatku semakin terpicu. Tanpa sadar, aku menambah sedikit tekanan.

Dari tenggorokan wanita cantik itu, keluar dengusan pelan. Pinggulnya bergerak sedikit. "Telapak tanganmu kasar sekali .... Kamu ayah angkatku ya? Kok kamu tahu aku di sini?"

Aku terkejut. Telapak tanganku memang kasar karena sering bekerja, tidak bisa dibandingkan dengan para anak muda. Justru lebih mirip telapak tangan pria paruh baya.

Wanita cantik ini mengira aku adalah ayah angkatnya. Di zaman sekarang, mana ada yang namanya benar-benar ayah angkat. Terus terang saja, yang ada hanya hubungan dipelihara.

Mahasiswi dengan tubuh sempurna seperti ini, dipelihara orang juga hal yang wajar. Di kota besar, biaya hidup tinggi. Tanpa mencari penyokong dana, bagaimana bisa menanggung pengeluaran besar setiap hari?

Terutama yang sering keluar masuk tempat seperti ini. Uang saku jelas tak cukup, jadi mereka hanya bisa mencari pria untuk membiayai.

Jantungku semakin berdebar. Kalau yang dia maksud dengan ayah angkat memang hubungan semacam itu, bukankah aku bisa semakin leluasa menyentuhnya?

Memikirkan itu, keberanianku semakin besar. Aku langsung memasukkan tangan ke segitiga kecil itu, menyentuh bokongnya yang penuh.

Astaga! Sensasinya luar biasa! Terasa kenyal dan padat di tangan, sama sekali tidak kendur.

Dia benar-benar tidak melawan, malah menurut dan membiarkanku meremasnya. "Om, aku tahu salah. Lain kali aku nggak akan datang ke bar lagi. Jangan tusuk aku dengan botol bir lagi ya?"

Sambil berkata begitu dia menjepit kedua pahanya, sampai tanganku hampir tak bisa ditarik keluar.

Kata-katanya cukup mengejutkan. Mungkinkah ayah angkatnya punya kebiasaan aneh, menusuknya dengan botol bir?

Orang kaya sekarang memang aneh-aneh. Setiap bulan menghabiskan puluhan juta hanya untuk mengendalikan seorang mahasiswi. Tidak mengizinkannya datang ke bar, hanya boleh menjadi mainan pribadi.

Namun, kalau wanita secantik ini diperlakukan begitu kasar, itu namanya menyia-nyiakan anugerah. Kalau aku, pasti akan sangat menghargainya, takut membuatnya tak nyaman.

Benar seperti pepatah, sepeda yang tak sanggup kamu kayuh, orang kaya bisa mengayuhnya sesuka hati.

Melihat dia sama sekali tidak menolak, hasratku semakin membara. Aku membalikkan tubuhnya, membuka kedua pahanya dengan kasar.

Gadis muda yang selama ini kuimpikan, hari ini akhirnya akan kudapatkan. Yang lebih menguntungkan lagi, dia mengira aku ayah angkatnya. Sekalipun terjadi sesuatu pun, tak akan ada masalah. Aku bisa berbuat sesuka hati.

Dia merasakan perubahan pada tubuhnya, lalu berkata dengan manja, "Om, kamu nggak bisa menghukumku di sini, masih ada orang."

Aku tak peduli lagi. Kedua tanganku meraih dua gumpalan penuhnya. Seluruh tubuhku menekan di antara kedua pahanya.

Bagian tubuhku yang membengkak mengarah lurus padanya, mendorong dengan kuat. Tak kusangka, dia justru terlihat menikmati perlakuanku.

Wajahnya yang putih seketika memerah, bibirnya sedikit terbuka, napasnya memburu. "Om, kenapa kali ini kamu membuatku senyaman ini? Biasanya kamu sangat kasar."

Tubuhku dipenuhi hasrat. Aku hanya ingin melampiaskannya. Tenaga di tanganku semakin besar. Aku merobek stoking hitam di bawah roknya.

Dengan satu tarikan, segitiga kecilnya tersangkut hingga ke lutut. Ternyata dia sudah sangat basah.

Gadis kecil ini tampaknya memiliki hasrat yang besar, jelas selama ini tidak diperlakukan dengan baik.

Karena terlalu keras, tanpa sengaja aku membuatnya benar-benar terbangun. Begitu melihatku, dia hampir ketakutan setengah mati.

"Kamu ... kamu siapa? Kenapa menindihku?"

Celaka, dia menyadarinya. Perbuatanku ini jelas kejahatan. Aku segera bangkit dari atas tubuhnya.

"Maaf, aku melihatmu terlalu seksi, jadi nggak bisa menahan diri ...."

Belum selesai aku berbicara, dia justru membuka kedua kakinya lebih lebar. Dia masih terbaring di lantai. Wajahnya semakin merah, sama sekali tak terlihat marah.

"Om, tadi gimana kamu melakukannya? Sudah lama aku nggak merasakan kebahagiaan seperti itu. Bisa bantu aku lagi?"

Aku terpaku sejenak, tak tahu harus maju atau mundur.

Melihatku tak bergerak, dia menggoyangkan pinggangnya, bahkan menarik turun pakaian di dadanya. Dua tonjolan kecil itu langsung terlihat di hadapanku. Bulat dan penuh.

"Om ... aku gatal sekali. Cepat bantu aku."

Pemandangan itu membuatku tercengang. Dia sudah seaktif ini. Kalau aku tetap tidak maju, apa aku masih bisa disebut pria?

Aku mengeluarkan milikku, mengangkat kedua kakinya ke bahuku. Kemudian, aku menjatuhkan diri di antara kedua pahanya, mengarahkan bagian tubuhku ke depan, dan mendorong kuat.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Memungut Gadis Cantik Bar yang Terjatuh   Bab 7

    Selesai melihat foto-foto itu, Lilies mematikan puntung rokoknya. Tatapannya menjadi tajam."Sebenarnya aku nggak ingin menyeretmu ke dalam ini." Dia mengeluarkan sebuah flashdisk dari tasnya. "Di dalamnya ada buku rekening asli pencucian uang Harry, juga daftar orang-orang yang uangnya digelapkan oleh Harry.""Dulu aku nggak berani menggunakannya karena nggak ada bukti langsung yang menunjuk padanya. Tapi sekarang, ditambah bukti penggelapan pajak yang ada padamu, itu cukup untuk membuatnya masuk penjara seumur hidup.""Tapi ...." Dia menatap mataku. "Begitu diserahkan, nggak ada jalan mundur. Kamu mungkin juga akan diselidiki, bahkan menghadapi pembalasan."Aku mengambil flashdisk itu dan menggenggamnya. Sentuhan dinginnya membuatku tetap sadar."Aku nggak punya pilihan."Setelah mendapatkan flashdisk, aku berpamitan pada Lilies dan pulang ke rumah.Keesokan paginya, pukul 8.30, Harry memanggilku ke kantornya. Dia duduk di sofa kulit asli, memainkan tasbih di tangannya. Saat melihatk

  • Memungut Gadis Cantik Bar yang Terjatuh   Bab 6

    Rekan-rekan di sekeliling langsung menunduk dan pura-pura bekerja. Tak seorang pun berani melihat ke arah kami.Aku berdiri dan mengikuti Harry masuk ke kantornya. Begitu pintu ditutup, Harry menjatuhkan seluruh isi map ke atas meja.Itu adalah beberapa foto, foto saat aku dan Sacha masuk ke rumahku kemarin."Kamu cukup menikmati ya." Harry menggertakkan gigi, jarinya menusuk dadaku. "Kamu pikir kamu sudah menang? Hah?"Aku tidak menjawab, hanya menatapnya."Pihak pajak itu cuma pemeriksaan rutin. Kamu pikir bisa menjatuhkanku?" Dia mencibir, lalu mengambil sebuah dokumen dari laci dan melemparkannya kepadaku. "Ini perjanjian non-kompetisi perusahaan. Tanda tangani, lalu keluar dari perusahaan dan jangan pernah kembali ke kota ini."Aku membuka dokumen itu. Syaratnya sangat berat. Tiga tahun tidak boleh bekerja di industri yang sama dan harus segera mengundurkan diri."Aku nggak akan tanda tangan." Aku melempar dokumen itu kembali ke meja.Wajah Harry seketika berubah garang. Dia memut

  • Memungut Gadis Cantik Bar yang Terjatuh   Bab 5

    Sacha mengangkat kepala. Saat melihatku, sorot matanya yang semula redup tiba-tiba berbinar.Dia secara refleks ingin berlari ke arahku, tetapi Harry mengulurkan tangan dan mencengkeram pergelangan tangannya, begitu kuat sampai dia mengerutkan kening.Harry mendorongku ke sudut tembok. Aroma cerutu di tubuhnya menyengat dan membuat napasku sesak."Bocah, selama ini aku terlalu baik padamu di perusahaan ya?" Dia melempar kunci mobil ke dadaku. "Jauhi dia. Kalau nggak, sekarang juga pergi ke bagian HR buat ambil surat pengunduran dirimu. Aku akan beri tahu semua rekan seindustri, siapa pun yang berani mempekerjakanmu berarti melawanku."Aku memegangi dadaku, tidak mundur. Pandanganku melewati Harry, menatap Sacha. Sacha menggigit bibirnya. Matanya memerah saat menatapku."Lepaskan dia," kataku. "Dia manusia, bukan barangmu."Harry tertawa, lalu mengangkat tangan, hendak mendorong bahuku. Aku menghindar ke samping, mengeluarkan ponsel dari saku, dan langsung mengarahkannya ke depan wajahn

  • Memungut Gadis Cantik Bar yang Terjatuh   Bab 4

    Dia tersenyum. Itu adalah senyuman setelah melepaskan beban, dengan sedikit ketegasan.Kami saling bertukar kontak, lalu berpisah dengan tergesa-gesa seperti pencuri. Masing-masing menghilang dalam gelapnya malam.Saat itu, aku percaya pada kekuatan cinta, percaya bisa menariknya keluar dari keterpurukan.Namun, takdir memberiku sebuah lelucon besar.Senin pagi adalah rapat rutin perusahaan. Pintu ruang rapat didorong terbuka. Harry, bos kami yang terkenal pemarah dan sangat posesif, berjalan masuk dengan langkah besar.Dia bukan hanya pemimpin perusahaan, tetapi juga sosok kejam yang terkenal di industri. Konon katanya, emosinya mudah meledak. Sedikit saja tidak senang, dia akan memaki, bahkan membanting barang.Saat dia berbalik dan menulis di papan tulis, seluruh darah di tubuhku seakan-akan membeku. Orang yang memelihara Sacha ... adalah dia?Aku mematung. Keringat dingin membasahi punggungku. Janji hari Sabtu itu kini berubah menjadi pedang yang tergantung di atas kepalaku.Di sat

  • Memungut Gadis Cantik Bar yang Terjatuh   Bab 3

    Dia menjepit kedua pahanya dengan penuh semangat. Aku sampai merasa leherku terjepit erat di antara kedua kakinya.Ini pertama kalinya aku melakukan hal seperti ini dengan wanita asing di jalanan. Saking gugup dan bersemangatnya, seluruh tubuhku gemetar.Tanpa sengaja, doronganku meleset. Dari mulutnya keluar dengusan pelan. "Uh .... Om, kamu keras sekali. Kenapa begitu panas?"Aku mengatur kembali arahnya, bersiap untuk menyerang lagi.Namun, wanita cantik itu justru langsung menggenggam milikku dan mengarahkannya ke dirinya sendiri ....Seaktif ini? Astaga. Jantungku berdebar kencang.Ternyata wanita cantik tidak sesulit itu untuk didekati, asal kamu mau mengambil inisiatif dan membuat mereka nyaman. Mereka dengan sendirinya akan membuka kaki untukmu, bahkan mengundangmu masuk.Dulu aku memang terlalu pengecut, tidak berani maju. Pria seharusnya mengambil inisiatif. Wanita cantik ada di sana menunggu untuk didekati. Kalau kamu tidak maju, akan ada orang lain yang maju.Tepat saat aku

  • Memungut Gadis Cantik Bar yang Terjatuh   Bab 2

    Roknya tanpa sengaja tersangkut dan terangkat, memperlihatkan segitiga kecil berwarna putih di dalamnya.Aku berjongkok di sampingnya, memberanikan diri, perlahan mengulurkan satu tangan. Baru menyentuh pahanya, sensasi lembut langsung terasa di telapak tanganku. Sentuhan ini benar-benar halus.Stoking hitamnya licin, pahanya sangat kenyal, terutama pangkal pahanya yang berisi, terasa begitu nyaman saat disentuh.Wanita cantik itu merasakan sesuatu yang aneh di pangkal pahanya, lalu bertanya dengan setengah sadar, "Julius, kamu sudah kembali?"Aku terkejut. Dia sepertinya mengira aku sebagai pacarnya. Bukankah ini memberiku kesempatan? Dia tidak akan mengatakan apa-apa kalau aku menyentuhnya.Tanganku menyusuri pangkal pahanya, perlahan ke atas. Jari-jariku sudah mengait segitiga kecilnya.Sensasi telapak tanganku bergesekan di pahanya benar-benar membuatku semakin terpicu. Tanpa sadar, aku menambah sedikit tekanan.Dari tenggorokan wanita cantik itu, keluar dengusan pelan. Pinggulnya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status