"Kak, maaf aku khilaf. Mereka memaksa," kata Ryan sambil menggaruk kepalanya dengan canggung, melihat ekspresi Elaine yang membeku.Elaine sudah berpesan bahwa kalau orang tua mereka bertanya, ia tidak boleh membocorkan alamat barunya."Khilaf apa? Kami yang melahirkan dan membesarkannya bertahun-tahun. Apa kami sampai tidak boleh mencarinya?" Linda Harvey, ibu mereka, mendengus dengan nada angkuh."Kau tidak mau mempersilakan kami masuk?" tambah Gordon Harvey, sang ayah, dengan nada tidak senang."Ayah, Ibu, masuklah," kata Elaine pelan, menyingkir dari pintu."Bagaimana mungkin kamu tinggal di tempat seperti kandang anjing ini?" Linda langsung mengerutkan kening jijik begitu masuk ke kamar sewa yang luasnya tidak sampai sepuluh meter persegi itu."Kalau begitu biarkan Elaine dan Tirza pindah ke rumah kita lagi," sela Ryan."Kau diam saja. Siapa yang bertanya pendapatmu?" bentak Linda.Tapi ia tidak melanjutkan kemarahannya lebih jauh."Ayah, Ibu, kursinya tidak cukup. Duduk di tempa
Baca selengkapnya