Ekspresi Edward menunjukkan keengganan untuk bicara, tapi akhirnya dia tetap memaksakan diri, "Um, Elaine, menurutmu bisakah kita...?"Dia tidak menyelesaikan kalimatnya, tapi tatapan penuh harap di matanya sudah cukup jelas."Tidak bisa!" Elaine menjawab tegas. Meskipun dia sudah menjadi ibu dari anak berusia empat tahun, dia pasti paham maksud suaminya."Oh..." Harapan di mata Edward langsung pudar. Mengingat kali terakhir dia merasakan kelembutan seperti itu, rasanya sudah enam puluh tahun lalu di kehidupan sebelumnya. Setelah mengetahui rahasia di balik kematian Elaine, dia tidak pernah menyentuh wanita lain. Bukan karena tidak punya kebutuhan, tapi setiap kali ada keinginan, bayangan Elaine selalu muncul dan membuat hasratnya padam.Kini, setelah terlahir kembali dan hubungan dengan Elaine mulai membaik, melihat kecantikannya di malam yang sunyi membuat hatinya bergelora. Tapi penolakannya langsung memadamkan apinya.Melihat Edward berpaling dengan kecewa, Elaine merasa sedikit b
Read more