Joana tahu betul betapa pentingnya kerja sama ini bagi sahabatnya, Lili. Setelah gigit bibir, akhirnya Joana beranikan diri untuk mengangguk.“Oke.”Baru saja Joana duduk, manajer itu kasih isyarat ke kursi di sebelahnya.“Kenapa duduk sejauh itu, Nona Joana? Sini, duduk di sampingku saja!”“Aku di sini saja sudah cukup,” tolak Joana dengan halus.Mata kecil licik pria itu berputar, lalu tiba-tiba dia bangkit dan tanpa sungkan duduk tepat di samping Joana. Kalau Joana nggak mau mendekat, maka dia sendiri yang akan hampiri.Tubuh Joana langsung menegang waspada. Dia refleks berdiri, berniat menjauh. Namun tangan pria itu lebih cepat, tarik lengannya dan tekan Joana kembali duduk di kursi.“Jangan tegang gitu, santai saja. Aku nggak akan makan kamu. Cuma ingin minum sambil ngobrol.”Joana paksakan senyum tipis.“Kalau gitu kita lanjutkan saja pembahasan kontraknya, Pak Yogi?”Namun pria itu malah tuangkan segelas minuman keras dan sodorkan ke Joana.“Kenapa buru-buru? Kita minum dulu, bi
Read more