Joana bergegas menuju kediaman Keluarga Widodo, langkahnya nyaris nggak sempat berhenti. Begitu masuki ruang tamu, pandangannya langsung menangkap sosok ibu tirinya, Denina, yang tengah duduk santai di sofa sambil menyeruput teh. Di sampingnya, seorang pelayan berlutut, dengan hati-hati oleskan cat kuku di jemarinya.Lihat Joana, alis Denina langsung berkerut.“Ngapain kamu datang ke sini?”Nada suaranya penuh rasa nggak suka.Joana tetap tanpa ekspresi.“Aku mau ketemu Ayah.”Kini setelah Joana tahu kalau kegagalan kerja sama sahabatnya, Lili, ada hubungannya dengan Keluarga Widodo, dia harus menuntut penjelasan langsung dari ayahnya.Denina mencibir dingin.“Kalau aku nggak salah ingat, kamu sudah diusir dari Keluarga Widodo, kan?”Di matanya, Joana nggak lebih dari seekor anjing terlantar. Nggak pantas injakkan kaki di rumah ini lagi.Joana menatap datar.“Kalau bisa, aku juga nggak pingin datang.”Wajah Denina langsung jadi tegang.“Kalau gitu cepat pergi!”“Aku akan pergi setelah
Read more