LOGIN“Mau?” Surya Setiawan menatap wanita yang menerjang masuk ke dalam pelukannya dengan wajah memerah, nadanya terdengar santai. Joana Widodo sedang kambuh. Ia gigit bibirnya dan mengangguk. Sudah setahun menikah, namun suaminya, Fajar Geraldi nggak pernah sekali pun sentuh dia. Karena itu, Joana menderita gangguan histeria, setiap kali kambuh, ia diliputi hasrat yang begitu kuat. Hingga suatu malam ia pergoki suaminya diam-diam cium foto kakaknya. Baru saat itu ia sadar kalau selama ini ia cuma pengganti. Kondisinya pun makin parah. Ia terpaksa pergi ke rumah sakit. Di sana, ia bertemu seorang dokter muda yang tampan. Saat pemeriksaan berlangsung, ia hampir kehilangan kendali dan nyaris …. Nggak nyangka, keesokan harinya saat masuk kerja, dokter yang semalam periksa dia dengan begitu intim ternyata adalah presiden direktur baru yang tiba-tiba ditunjuk? Joana berniat pura-pura nggak kenal dia. Namun, ia justru dipromosikan jadi asisten pribadi di sisi sang presiden direktur yang baru. “Surya, aku sudah punya suami. Apa kamu mau jadi pihak ketiga?” Di dalam kantor, Joana dipaksa duduk di pangkuannya dengan kaki terbuka, wajahnya merah padam karena kesal. Pria itu cengkeram pinggangnya dan cium dia. “Sayang, kamu lupa? Kemarin malam, semalaman kamu panggil aku suami.” Belakangan, Joana nikah lagi tanpa menoleh ke belakang. Mantan suaminya justru menyesal, dengan mata merah memohon ke dia, “Joana, ayo kita mulai lagi! Asal nggak cerai, kamu mau apa pun akan aku turuti!” Joana menatapnya dingin. “Maaf. Aku nggak tertarik dengan pria yang nggak mampu jadi suami seutuhnya.”
View MoreMalam itu Joana makan dengan sangat puas. Kemampuan memasak Surya memang benar-benar luar biasa. Hampir setiap hidangan terasa begitu lezat. Sampai-sampai Joana nggak bisa berhenti cicipi itu lagi dan lagi. Perutnya benar-benar kenyang.Bahkan saat pisahkan potongan terakhir daging ikan dari durinya, Joana masih merasa sayang untuk makan itu. Karena ikan asam manis buatan Surya benar-benar enak banget. Lembut tapi nggak berminyak. Segar sekaligus empuk. Rasanya nyaris sempurna.“Surya, aku baru sadar kemampuan memasakmu makin hebat saja. Pria kayak kamu, ganteng, kaya, bisa tampil sempurna di luar, tapi juga pandai di dapur. Wanita mana pun yang nikah denganmu pasti akan sangat bahagia.”Karena makan terlalu puas, Joana tanpa sadar ucapkan isi hatinya begitu saja. Namun begitu kalimat itu keluar, dia langsung nyesal. Sayangnya, semuanya sudah terlambat untuk ditarik kembali.Joana kesal pada dirinya sendiri karena terlalu cepat bicara nggak pakai pikir dulu. Suasana mendadak jadi cangg
Sekarang kemampuan memasaknya sudah sangat mahir. Jangan-jangan akhir-akhir ini Surya memang sengaja belajar masak?Saat Joana masih tenggelam dalam pikirannya, tiba-tiba terdengar suara lirih tertahan dari pria itu.“Kenapa?”Joana langsung noleh cepat karena suara itu. Dan detik berikutnya, Joana lihat jari Surya terkena pisau. Darah segar langsung mengalir dari ujung jarinya .…“Ah! Berdarah!”Joana refleks berseru panik. Dia segera jalan mendekat, lalu tanpa sadar genggam jari pria itu untuk periksa lukanya. Bahkan Joana sendiri nggak sadar betapa gugup dan cemasnya dia saat ini.Tatapan Surya ke Joana langsung melembut beberapa tingkat. Nggak nyangka, wanita itu ternyata begitu khawatir dengan dia. Tanpa sadar jantungnya berdetak lebih cepat. Sudut bibirnya terangkat bentuk senyum puas.Joana menunduk menatap luka kecil di jari pria itu cukup lama. Untungnya, cuma goresan kecil. Joana langsung menghela napas lega. Syukurlah, lukanya nggak terlalu dalam dan nggak terlalu panjang. T
Begitu masuki vila, Surya langsung gendong Joana menuju sofa. Dia kemudian tuangkan segelas air hangat dan serahkan itu ke tangan wanita itu.“Minum dulu. Aku akan buatkan makan malam untukmu.”Joana pegang gelas kaca itu sambil mengernyit menatap punggung pria yang jalan menjauh. Bukannya tadi Surya sendiri yang minta dirinya ikut pulang untuk lakukan “itu”? Di mobil tadi, Joana sudah kirim pesan ke Lili, kasih kabar kalau malam ini dia nggak akan kembali. Namun sekarang setelah bawa dia pulang, Surya malah nggak cium dia, nggak sentuh dia, apalagi mulai lepas pakaiannya. Sebaliknya, pria itu malah tuangkan air untuknya dan pergi masak makan malam.Sebenarnya pria ini maunya apa? Joana menyesap sedikit air hangat lalu bersandar malas di sofa sambil mainkan HP-nya.Tiba-tiba sebuah pesan masuk.Fajar: [Kamu pergi ke mana dengan Surya?]Joana langsung tertegun.Gimana Fajar bisa sampai tahu kalau dia pergi dengan Surya? Apa pria itu punya mata dewa yang bisa lihat dari jauh? Lagian buka
Tanpa sadar, ada rasa manis dan hangat yang perlahan tumbuh di hati Joana. Dia segera gelengkan kepalanya pelan-pelan. Kesal pada dirinya sendiri karena berpikir seperti itu. Hubungannya dengan Surya sudah lama berakhir. Mereka sudah bicarakan itu dengan jelas. Bahkan jika belakangan mereka kembali terlibat secara fisik, itu hanya hubungan satu malam semata. Nggak berarti apa-apa lagi.Dalam hati Joana terus ingatkan dirinya sendiri. Jangan sampai luluh hanya karena perhatian kecil dari Surya. Begitu masuk ke dalam mobil, Joana sengaja bergeser ke dekat jendela untuk jaga jarak darinya. Namun siapa sangka, Surya justru segera mendekat lagi.Dengan mudah pria itu tarik tubuhnya dan dudukkan Joana di atas pangkuannya. Aroma maskulin yang begitu familiar langsung mengelilinginya. Jantung Joana berdetak semakin cepat. Napasnya ikut memburu. Joana coba mundur, tetapi tengkuknya langsung ditahan oleh tangan pria itu hingga nggak bisa gerak.“Kamu mau apa?”Joana mendongak menatapnya dengan p
Semalam suntuk, Joana nggak bisa pejamkan mata.Kekosongan di tubuhnya dan pukulan di hatinya buat dia benar-benar nggak bisa tidur.Syukurlah keesokan paginya ia nggak terlambat masuk kerja.Namun saat Joana menguap kecil dan melangkah ke kantor, ia segera rasakan suasana yang aneh.“Hari ini ada p
Wajah cantik Joana seketika langsung membeku.Fajar lihat kilasan kecewa yang melintas di dasar matanya. Namun bibir tipisnya tetap bergerak dingin. “Maaf. Aku sudah bilang berkali-kali, aku punya gangguan OCD.”“Ta-tapi, Suamiku … aku .…” Joana bicara tergesa.Ia sudah sakit. Ia sangat butuh seoran
Joana keluar dari ruang periksa, ambil obatnya, lalu bergegas tinggalkan rumah sakit.Setiap kali ingat adegan barusan, gimana seorang dokter pria perintahkan dia lepas celana dan periksa dia, wajahnya langsung memerah tanpa bisa dicegah.Jika sampai tersebar, ia benar-benar nggak akan berani ketemu
“Lepas dulu, lalu berbaring!”Suara pria yang rendah dan dingin itu menggema di ruangan.Jantung Joana Widodo berdegup keras. Ia sendiri nggak tahu sejak kapan dirinya mengidap penyakit memalukan yang sulit dijelaskan itu. Setiap kali kambuh, hasratnya datang begitu kuat, nggak kenal waktu dan tempa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore