Dalam sekejap, Surya langsung ngerti.“Penyakitmu kambuh lagi?”Joana mengangguk pelan, suaranya nyaris nggak kedengaran. “Iya, cepetan.”“Sini.”Tatapannya mengunci diri Joana, lalu Surya panggil dia mendekat. Joana kira Surya akan kasih dia obat. Nggak banyak pikir, Joana datang mendekat. Namun tiba-tiba, lengan panjang pria itu merengkuh Joana ke dalam pelukannya. Dan ciuman itu jatuh begitu saja.“Mm .…”Ciumannya panas, mendesak, tanpa jeda. Joana sama sekali nggak siap.“Kamu ….”Kedua tangannya tahan dada pria itu, berusaha dorong dia menjauh, namun sia-sia. Ciuman Surya nggak hanya sekadar hasrat, ada kelembutan, ada kekhawatiran. Seolah dia sedang tenangkan luka yang baru saja mengoyak hati Joana.Perlahan, pertahanan Joana runtuh. Dia nggak tolak lagi. Bibir mereka saling bertaut, semakin dalam. Saat akhirnya Surya lepaskan ciuman itu, tangannya sudah mulai buka kancing pakaian Joana.“Kamu ngapain?”Joana coba hentikan Surya.Tatapan pria itu dalam dan tegas.“Kamu nggak tah
Read more