“Kamu!”Diana menatapnya dengan mata membelalak, amarahnya seketika langsung meledak. Denina yang merasa “iba” pada putrinya langsung bentak Joana, “Keluar!”Joana angkat sebelah alisnya, tenang namun menusuk.“Ini bukan rumah Keluarga Widodo. Bibi nggak punya hak usir aku.”Wajah Denina yang berdandan rapi seketika berubah. Dia nggak nyangka sekarang Joana berani lawan dia. Dulu, gadis itu selalu patuh, penurut, bahkan nyaris nggak berani bersuara. Sejak kapan dia punya berani untuk membangkang?Suara Denina jadi lebih dingin, penuh tekanan.“Aku ulangi sekali lagi, keluar!”Joana menatapnya dengan dingin, lalu hanya jawab singkat, “Nggak.”Tatapan dingin itu seolah mengejutkan Denina. Tubuhnya bergetar ringan, tanpa sadar mundur selangkah.“Ibu, nggak apa-apa?” Diana buru-buru topang dia dari belakang, wajahnya penuh kekhawatiran.Denina menggeleng, lalu tepuk tangan putrinya dengan lembut, seolah tenangkan dia.“Joana, cepat minta maaf ke Ibu!” bentak Diana.Sudut bibir Joana terang
閱讀更多