Herman menatapnya tajam.“Kamu habis buat salah apa?”Bos besar tiba-tiba sebut namanya untuk menghadap, nggak cuma Joana yang kaget, seluruh orang di kantor, termasuk Herman, atasan langsungnya juga nggak nyangka.Joana mengedip polos.“Aku juga nggak tahu.”Telapak tangannya basah oleh keringat dingin. Hatinya gelisah, nggak bisa tenang sedikit pun.Semakin ingin menghindar, semakin nggak bisa lepas.Herman peringatkan dengan keras, “Kalau memang kamu buat salah, tanggung sendiri! Jangan seret-seret aku, ngerti?”Herman adalah orang kepercayaan ibu tirinya.Dua tahun terakhir, Joana ditempatkan kerja di bawahnya.Herman turuti perintah Denina, ibu tirinya untuk persulit hidup Joana, kasih dia pekerjaan paling merepotkan, tekan dia dengan berbagai cara.Sekarang, di hari pertama Bos Besar datang, ia justru melangkahi struktur organisasi dan langsung panggil Joana.Dalam pikiran Herman, sudah pasti Joana telah lakukan sesuatu yang nyinggung Bos Besar.Jadi, kalau Joana benar-benar dapa
Read more