Keesokan paginya waktu bangun, perut Joana sudah terasa jauh lebih enakan. Rasa nyeri yang semalam ganggu dia, sekarang benar-benar hilang. Refleks, dia periksa seprai di ranjang. Syukurlah, nggak ada noda merah lagi di sana.Kalau saja Joana tahu kemarin dia bakal datang bulan, semalam dia pasti nggak akan datang temui Surya. Setelah mandi dan bersiap, Joana turun ke bawah untuk sarapan.Begitu lihat Joana, Surya langsung tanya, “Perutmu sudah enakan?”Joana jawab dengan sopan, “Jauh lebih enakan. Makasih kemarin malam sudah rawat aku.”Tetap formal. Tetap jaga jarak. Seolah hubungan mereka bukan teman tidur, apalagi sepasang kekasih. Melainkan hanya atasan dan bawahan. Atau bahkan orang asing.Mau nggak mau perasaan Surya sedikit terusik. Namun dia tetap kasih secangkir teh herbal kurma merah yang dibuatnya pagi-pagi sekali.“Minum ini.”Tadi pagi Surya baru minta resepnya dari kakaknya.“Oke.”Joana terima cangkir itu dan langsung habiskan dalam sekali teguk. Perlahan kehangatan men
Read more