Hari pertama Joana kembali kerja di perusahaan, dia kembali terima satu buket mawar besar. Hal itu langsung memancing rasa iri dari para pegawai wanita di lantai kantor direktur.“Kak Joana, pasti ada anak konglomerat yang sedang kejar kamu, yah? Setiap bunga yang dikirim untuk kamu selalu yang paling mahal se-kota!” seru Ayu dengan penuh kagum.Joana hanya tersenyum tipis nggak jawab.Tatapannya justru tertuju pada buket mawar besar di atas meja kerjanya. Jangan-jangan ini kiriman dari Fajar lagi?Saat Joana masih pikirkan gimana cara tangani itu, telepon internal mendadak berdering. Surya minta Joana datang ke ruang presiden direktur. Joana ketuk pintu kantor itu sebelum masuk.Begitu lihat Joana, Surya langsung tanya, “Gimana keadaan ibumu?”Joana sedikit tertegun. Awalnya Joana kira pria itu panggil dia karena urusan pekerjaan. Nggak nyangka, begitu dia masuk, yang ditanyakan justru urusan pribadinya. Namun gimanapun juga, dia sedang tunjukkan perhatian pada kondisi ibunya.Joana j
Read more