Alana perlahan melangkah mendekati meja makan, sekuat tenaga ia berusaha mengabaikan gerakan tangan Rayyan yang begitu cepat karena menyembunyikan sesuatu di laci meja. Walaupun ekor matanya sempat melihat secarik kertas yang pinggiran nya hangus, Alana memilih diam. Ia tidak ingin menghancurkan suasana pagi yang begitu tenang ini dengan beragam pertanyaan yang bisa saja melukai hatinya."Nggak ada yang spesial sih, cuma omelet keju sama roti panggang Alana." Jawab Rayyan sambil mengulas senyum tipis, seolah-olah ia tidak menutupi apa pun dari wanitanya.Alana memposisikan dirinya di meja makan, menatap piring yang sudah ditata sangat rapi. "Terima kasih Rayyan. Tumben berhasil, tidak gosong lagi omelet sama roti nya," goda Alana. Wajahnya tersenyum sumringah. "Aroma masakan ini benar-benar menggoda perutku untuk segera melahapnya." Di meja makan itu, mereka duduk berdua saja. Leo masih tertidur pulas. Keduanya duduk berhadapan. Sinar matahari pagi yang menyusup melalui celah kecil d
Ler mais