Setelah menghabiskan waktu kurang lebih dua jam, gerbang besi raksasa kediaman Laurent mulai tertangkap di netra Alana. Gerbang itu seolah mengembalikan kenangan buruknya dengan rumah itu. Gerbang itu terbuka perlahan, seolah sedang menyambut kedatangan Alana dan Leo. Mungkin bagi sebagian orang, rumah Laurent merupakan rumah impian. Akan tetapi, berbeda dengan Alana. Setiap tiang yang berlapis marmer merupakan jeruji besi yang baru saja ia datangi secara sukarela. Tepat di depan lobi utama, Adrian sudah menunggu kedatangan Alana dan Leo. Ia berdiri angkuh dengan tangan yang sudah ia masukkan ke saku celananya. Senyum kemenangan memenuhi wajahnya ketika melihat Alana turun sambil menggendong Leo yang sudah terkulai lemah. "Selamat datang di rumah mu setelah sekian lama, Sayangku," Adrian berbisik di telinga Alana ketika Alana memasuki ruang tamu. Sesampainya di ruang tamu, Alana tak bergeming. Ia langsung duduk memangku Leo. Fokus Alana saat itu hanyalah bagaimana caranya dia unt
Read more