"Kita harus jeda, Victor," bisik Batari, jemarinya mengusap rahang Victor yang keras, sebuah sentuhan yang terasa hangat namun mengirimkan sinyal penolakan yang dingin. "Aku harus fokus pada RUPSLB perusahaan Ayah. Terlalu banyak serigala yang mengincar kursi itu, dan aku tidak bisa terdistraksi."Mendengar kata 'jeda', rahang Victor kian mengeras. Amarah primitif bergejolak di dadanya—bukan karena ia tidak mendukung Batari, melainkan karena ia benci merasa dikesampingkan, bahkan oleh ambisi wanita itu sendiri. Dengan satu gerakan brutal, Victor menghantam setir mobil dengan tinjunya. BUGH Kulit di pergelangan tangannya robek, darah segar merembes, mengotori jok kulit mewah kendaraan tersebut.Batari hanya menatap noda merah itu tanpa berkedip. Di dalam kepalanya, Lenka terbangun, mendesis dengan tawa sarkas yang menusuk.“Lihatlah anjing pelacak ini, Batari. Dia begitu bersemangat menguasaimu, padahal dia lupa bahwa dialah serigala pertama yang merobek kulitmu di masa lalu. Bi
Read more