Keheningan di dalam sel isolasi itu terasa mencekik. Udara dingin dari pedang es Kaelan berbenturan dengan napas berat keenam Jenderal Varka. Pengakuan Jenderal Dellos tentang dosa masa lalu Raja Gellship baru saja meledakkan fondasi kesetiaan di ruangan tersebut. "Yang Mulia, ini gila!" seru Jenderal Sendrik, memecah kebisuan. Wajahnya pias. "Jika apa yang dikatakan Dellos benar, bahwa Raja Gellship menyuruhnya membantai—" KRAK! Kaelan menancapkan pedang esnya ke lantai batu dengan beringas. Bunga es meledak, merambat cepat hingga mengunci sepatu bot Sendrik ke lantai. Sendrik terkesiap, mundur selangkah. "Satu kata lagi keluar dari mulutmu, Sendrik, aku akan membelah lidahmu," desis Kaelan. Aura membunuh sang Tiran menggelapkan seluruh ruangan. Semua Jenderal menunduk dalam, tak berani menatap mata safir yang menyala murka itu. "Dosa ayahku mati bersamanya ratusan tahun yang lalu," raung Kaelan mutlak. Tatapannya menyapu wajah keenam Jenderal, menembus Vaelia yang me
Baca selengkapnya