Jubah hitam kebesaran sang Raja berkibar pelan saat pria itu berbalik, memancarkan aura intimidasi yang pekat. Kaelan menatap Roselina yang masih terlihat pucat. "Aku harus mengurus para manusia bodoh dari kampung halamanmu," ucap Kaelan dengan nada ketus andalannya. Roselina mengerutkan kening. "Hilles?" "Ya. Mereka tiba-tiba mencari mati di perbatasanku," dengus Kaelan kesal, merapikan sabuk pedangnya. "Jangan berani-berani keluar dari ruangan ini sejengkal pun, De Solis. Zephyrin berjaga di depan. Jika kau melanggar, dia akan memenggalmu tanpa ragu." Roselina tidak memalingkan wajahnya. Menghadapi ancaman sang Tiran, ekspresinya tetap datar, namun matanya menyorotkan keberanian. "Silakan perketat penjagaannya, Yang Mulia," balas Roselina tenang. "Tapi saya harap Anda berhati-hati di sana." Kaelan menghentikan gerakannya. Ia menatap gadis itu dengan tatapan curiga. "Berhati-hati dari manusia tanpa sihir?" "Saya harap Anda menggunakan kepala dingin," ralat Roselina, m
Read more