“Kau benar-benar membuat ku ingin membunuh mu Roselina de solis,”gumam Kaelan menatap Roselina.Cengkeraman Kaelan melonggar, namun tidak ada kelembutan di sana. Ia menyentakkan tubuh Roselina hingga gadis itu terjerembap ke atas lantai marmer yang dilapisi es tipis.Roselina terengah. Paru-parunya yang seolah membeku tadi kini menghirup oksigen dengan rakus. Rasa sakit menjalar dari lehernya yang memar, namun matanya tetap tajam, mengunci bayangan Kaelan yang berdiri angkuh di atasnya. Kaelan Varka, kau adalah raja yang keras di luar namun rapuh di dalam, batin Roselina. Aku sudah menyerahkan nyawaku padamu dalam 56 cara berbeda di kehidupan sebelumnya. Dan hari ini, aku bersumpah, bukan aku yang akan mati. Melainkan kau yang akan berlutut di kakiku. Kaelan berdiri tegak, membelakangi jendela kristal yang memantulkan cahaya rembulan. Jemarinya masih bergetar kecil. Sisa kehangatan dari leher Roselina masih membekas di telapak tangannya, mengganggu aliran sihir es dalam darahnya.
Read more