Tidak membutuhkan waktu lama, Ayna sudah rapi dengan seragam lengkapnya. Rambutnya tertata, penampilannya bersih dan anggun. Ia melangkah keluar dari kamar, lalu menuruni setiap anak tangga dengan langkah teratur.Suara tapak kakinya terdengar hingga ke ruang makan.Tarina menoleh, lalu tersenyum saat melihat putrinya turun dari tangga."Kenapa tidak menggunakan lift saja, sayang?" tanya Tarina dengan nada lembut.Ayna membalas dengan senyuman. Ia tetap melangkah menuruni tangga hingga mencapai lantai bawah."Aku ingin sehat, Mom. Naik liftnya jangan dulu," jawab Ayna ringan.Tarina mengangguk pelan, masih tersenyum. "Baiklah. Bagus juga kalau begitu."Di meja makan, Logan, Gabriel, dan Michael sudah duduk dengan santai. Begitu melihat Ayna, ketiganya langsung menyapa."Pagi, Princess," ucap Logan."Pagi," sambung Gabriel dengan senyum hangat."Pagi juga," tambah Michael, menatap adiknya penuh keakraban.Ayna tersenyum lebar."Pagi, abang-abang," jawabnya ceria.Ia kemudian mengalihka
Last Updated : 2026-05-07 Read more