Karyawan itu menunduk ketakutan di depan Marvel dan Lucia. Tapi Lucia tak peduli dengan hal itu. Terlebih ketika mereka menganggap pernikahan itu harus setara dalam hal asal usul. "Istri Kenzo tak bisa memilih dia lahir dimana dan akan besar dimana. Jika takdirnya dia harus tinggal di panti asuhan, apa sebelumnya dia akan tahu jika dia akan di titipkan di panti asuhan lh orang tuanya?" Karyawan itu masih terus menunduk, tubuhnya menggigil gemetaran karena semua perkataan Lucia. Terlebih ketika Lucia tahu dia hanya karyawan di sana. "Secara tidak langsung kau juga menyalahkan takdir yang di jalan Kanza. Ah, tak hanya Kanza, aku juga hanya orang biasa. Namun, aku berusaha sebisa mungkin agar aku setara dengan Marvel dan pantas berdiri disisi Marvel bukan di belakang Marvel. Dan jika kau ingin menghina seseorang hanya karena statusnya, kau bisa menghina ku lebih dahulu. Kanza masih melewati pendidikan formalnya sampai selesai bahkan juga bisa ke jenjang kuliah, berbeda dengan ku y
Read more